Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Angkat Teater Rakyat, Pegiat Seni Ikuti Workshop Teater Jombangan

Angkat Teater Rakyat, Pegiat Seni Ikuti Workshop Teater Jombangan

Pelaksanaan Workshop Teater Jombangan 2026 di aula terbuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. --

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Untuk mengangkat kesenian dan budaya lokal, para pelaku seni di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengikuti Workshop Teater Jombangan 2026 di aula terbuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (13/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026) ini, melibatkan berbagai unsur pelaku seni dari pelajar, mahasiswa, guru pendamping seni hingga pegiat budaya lokal. Juga ada perwakilan kesenian tradisional seperti Wayang Topeng Jatiduwur dan Sandur Manduro. 


Mini Kidi Wipes.--

Workshop diselenggarakan melalui pendanaan Program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan RI, dirancang sebagai motor penggerak pemajuan seni daerah dan kebudayaan nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. 

BACA JUGA:Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Vera Fenniwaty Wailanduw saat membuka acara menyampaikan, bahwa terselenggaranya Workshop Teater Jombangan 2026 ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional.

"Dana IndonesiaRaya untuk mendukung pelestarian kebudayaan Indonesia. Ini sebagai bentuk negara menghargai keragaman. Diberikan kepada kelompok maupun perorangan. Semoga workshop ini berjalan dengan lancar," tukasnya. 


Gempur Rokok Illegal--

Kemudian, penyelenggara Workshop Teater Jombangan Nasrul Ilah menjelaskan, Workshop ini telah lama direncanakan.seiring dengan perhatiannya terhadap perkembangan teater rakyat di Jombang. 

"Kabupaten Jombang memiliki kekayaan tradisi teater yang hidup dan terus berkembang dari generasi ke generasi," jelasnya. 

BACA JUGA:Peringati Hari Lingkungan Hidup, BRI Dorong Kesadaran Budaya Kelola Sampah dengan Green Action BRI Peduli

Pria yang akrab dipanggil Cak Nas ini mengungkapkan, sejumlah tokoh dan perkembangan seni di Jombang, mulai dari Pak Santik yang menciptakan seni lerok, berkembang menjadi seni besut, hingga meluas menjadi ludruk sebagai bentuk seni pertunjukan yang lebih terbuka.

"Lama-lama seni besut ingin lebih luas. Hingga akhirnya muncul seni ludruk yang bisa menampung hal yang lebih luas. Ini merupakan entitas seni tradisional yang khas Jombangan," ungkapnya. 

Cak Nas membeberkan, berkembang pula kesenian bernuansa Islami seperti Gambus Misri yang menampilkan lakon-lakon dari Timur Tengah. Berbagai bentuk kesenian tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas budaya Jombang yang beragam.

Sumber:

Berita Terkait