Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan DPR akan menindaklanjuti polemik tersebut dengan meminta penjelasan dari pihak terkait. Dilansir dari sumber yang sama, Puan mengakui bahwa judul maupun isi film dianggap sensitif oleh sebagian masyarakat.
“Kemudian terkait dengan nobar yang sekarang sedang menjadi pembicaraan, memang yang saya dengar bahwa isi atau judul dari film tersebut tentu saja sensitif," ujar Puan.
Meski demikian, Puan juga mengaku belum mengetahui secara detail isi film tersebut. Namun DPR tetap akan membahas persoalan ini lebih lanjut. “Dan apa isi dan isi filmnya itu saya juga tidak tahu, namun kami akan tindaklanjuti di DPR.”imbuhnya
BACA JUGA:Detail 7 Dosa Besar Manusia Dalam Film Ghost In The Cell Karya Joko Anwar
Menurut Puan, jika sebuah karya dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial, maka perlu ada langkah antisipasi. Namun penanganannya tetap harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Polemik film “Pesta Babi” akhirnya membuka kembali perdebatan soal batas kebebasan berekspresi dan hak publik untuk mengakses karya dokumenter. Di satu sisi, ada kekhawatiran sebagian pihak terhadap isu sensitif yang diangkat film tersebut. Namun di sisi lain, muncul pula dorongan agar perbedaan pandangan diselesaikan lewat dialog dan jalur hukum, bukan melalui pembubaran kegiatan secara sepihak.