Tradisi Bersih Desa, Pemdes Picisan Gelar Tumpengan dan Doa Bersama
Suasa Bersih Desa Picisan Sendang.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Para sesepuh Lembaga Adat Desa (LAD) Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan pemerintah desa dan seluruh lembaga desa, melaksanakan Bersih Desa dengan menggelar tumpengan serta doa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Picisan, dihadiri para sesepuh desa, unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
BACA JUGA:Ratusan Warga Dusun Jaro Kediri Bersih Desa, Belasan Tumpeng Dinikmati Bersama

Mini Kidi Wipes.--
Kepala Desa Picisan, Muselan menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini.
"Dengan adanya kegiatan reresik desa atau bersih desa, saya berharap masyarakat terhindar dari hal - hal yang kurang baik, sukerto, pagebluk dan berbagai macam penyakit pada manusia, binatang ternak, maupun tanaman warga," ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
BACA JUGA:Anggota Komisi II DPRD Sumenep Komitmen Kawal Air Bersih Desa Karang Anyar Pinggir Papas

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Muselan menambahkan, Bersih Desa merupakan tradisi adat masyarakat Jawa khususnya di pedesaan. Dan ini rutin dilakukan warga masyarakat Picisan yang diprakarsai lembaga adat desa, sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan, dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari marabahaya.
"Dalam Bersih Desa di tahun - tahun sebelumnya ada kegiatan spiritual, doa bersama dan sosial meliputi gotong royong membersihkan lingkungan ziarah makam, dan kenduri atau selamatan," terang Muselan.
BACA JUGA:Indonesia Punya Banyak Camilan Tradisional Gluten Free yang Tak Kalah Lezat
Kades Muselan menuturkan, kegiatan ini merupakan sedekah bumi, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah di masa panen.
"Serta tolak balak yang diyakini para sesepuh sebagai ritual untuk membersihkan desa dari sifat buruk roh jahat atau marabahaya," ungkapnya.
BACA JUGA:Hadir di Festival Egrang Ledokombo, Wamenkomdigi Dorong Keseimbangan Tradisi dan Teknologi
Sumber:









