SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Banyak orang mengira rasa pedas adalah salah satu rasa dasar seperti manis atau asin. Padahal, secara ilmiah, “pedas” sebenarnya bukanlah rasa. Sensasi tersebut muncul karena lidah dan saluran pencernaan kita merespons zat tertentu seolah-olah sedang mengalami luka atau terbakar.
Zat utama di balik sensasi ini adalah capsaicin, senyawa aktif yang terdapat dalam cabai. Ketika kita makan makanan pedas, capsaicin menempel pada reseptor saraf yang biasanya mendeteksi panas atau rasa sakit. Akibatnya, otak menerima sinyal seolah-olah tubuh sedang terkena panas atau iritasi, sehingga muncullah sensasi terbakar yang kita kenal sebagai rasa pedas.
BACA JUGA:Waspada Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali 3 Ciri Ini Sebelum Masuk ke Perutmu
Mini Kidi Wipes.--
Sensasi ini tidak hanya terjadi di mulut, tetapi juga berlanjut ke lambung. Itulah sebabnya banyak orang merasakan perut panas setelah mengonsumsi makanan pedas.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan perut terasa panas antara lain adalah:
BACA JUGA:Mengenal Intermittent Fasting, Pengaturan Waktu Makan untuk Kurangi Lemak Perut
Pertama, iritasi akibat capsaicin. Zat ini dapat menempel pada dinding saluran pencernaan dan mengaktifkan reseptor nyeri, sehingga menimbulkan sensasi panas hingga ke lambung.
Kedua, peningkatan produksi asam lambung. Capsaicin merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam. Jika jumlahnya berlebihan, asam ini bisa mengiritasi dinding lambung dan menyebabkan rasa perih.
Ketiga, kondisi perut kosong. Mengonsumsi makanan pedas tanpa makanan pendamping membuat dinding lambung langsung terpapar capsaicin, sehingga risiko iritasi menjadi lebih tinggi.
BACA JUGA:Jus yang Cocok untuk Asam Lambung, Bantu Perut Nyaman dan Tetap Segar
Keempat, refluks asam. Makanan pedas juga dapat memengaruhi otot di kerongkongan, membuat asam lambung lebih mudah naik ke atas. Kondisi ini sering menimbulkan sensasi terbakar di dada atau yang dikenal sebagai heartburn.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Untuk meredakan rasa panas tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Mengonsumsi makanan bertepung seperti nasi atau roti dapat membantu menyerap kelebihan asam lambung. Minum air hangat atau air kelapa juga dapat memberikan efek menenangkan pada lambung.
Namun, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan minum susu atau mengonsumsi yogurt. Susu mengandung protein yang disebut casein, yang mampu mengikat capsaicin dan membantu membersihkannya dari reseptor saraf. Dengan begitu, sensasi panas bisa berkurang lebih cepat dibandingkan hanya minum air putih.