Gagas Integrasi 6 SPM, Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Pilot Project

Kamis 30-04-2026,08:22 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, terus memacu transformasi pelayanan publik hingga ke akar rumput. Terbaru, orang nomor satu di Pemkot Surabaya tersebut mendorong penerapan 6 standar pelayanan minimal (SPM) secara terintegrasi di seluruh Posyandu.

Langkah ini bertujuan agar Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat timbang badan bayi atau layanan kesehatan semata, melainkan pusat data terpadu yang mencakup urusan sosial, pendidikan, perumahan rakyat, hingga pekerjaan umum.

BACA JUGA:Revolusi Tata Kelola, Eri Cahyadi Wajibkan Camat dan Lurah Hitung Presisi Timbulan Sampah Berbasis RW


Mini Kidi Wipes.--

Sebagai langkah awal, Eri meninjau langsung Posyandu Wethan Ceria di RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, Rabu (29/4). Posyandu ini resmi ditetapkan sebagai percontohan (pilot project) karena dinilai sukses mengintegrasikan data 6 SPM secara akurat.

Dalam kunjungannya, Eri menegaskan bahwa kekuatan data yang dihasilkan dari level RW sangat krusial bagi ketepatan intervensi pemerintah.

“Posyandu ini jalan setiap bulan di seluruh Surabaya. Sekarang tidak hanya untuk anak-anak dan bayi, tapi terkait 6 SPM. Mulai urusan sosial hingga perumahan rakyat, semua datanya terintegrasi,” ujarnya.

BACA JUGA:Atasi Banjir Surabaya Selatan, Eri Cahyadi Alihkan Aliran Avur Margorejo ke Kebon Agung


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Data tersebut, lanjutnya, langsung terkoneksi dengan aplikasi Sayang Warga dan database Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Dengan sistem ini, Pemkot dapat melihat peta permasalahan warga melalui sistem klaster.

“Kita bisa melihat klaster di mana ada bayi kekurangan gizi, atau klaster lansia yang tinggal sendiri. Di situlah kekuatan kita, dan kekuatan itu ada di tangan RW serta para Kader Surabaya Hebat (KSH),” tambahnya.

BACA JUGA:Targetkan Surabaya Bebas Pasar Kumuh 2027, Eri Cahyadi Revitalisasi 15 Pasar Tahun Ini

Hal yang membuat wali kota berdecak kagum adalah kemandirian warga RW 01 Manukan Lor. Selain tertib administrasi, Ketua RW dan KSH setempat menunjukkan kepedulian tinggi dengan menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk memberikan reward atau hadiah bagi warga.

Hadiah diberikan kepada lansia yang hadir paling awal serta bayi yang menunjukkan kenaikan berat badan secara konsisten. Baginya, ini adalah wujud nyata dari konsep Kampung Pancasila.

“Ternyata KSH dan Pak RW menyisihkan apa yang didapat dari Pemkot, ditabung untuk dijadikan hadiah. Inilah Surabaya; yang bergerak masyarakatnya, bukan hanya pemerintahnya,” cakapnya. 

Kategori :