Polda Jatim Tegaskan Komitmen Berantas Kekerasan Seksual dan Perdagangan Orang

Senin 27-04-2026,19:14 WIB
Reporter : Faisal Danny
Editor : Udin

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kapolda Jawa Timur menegaskan komitmen pemberantasan kekerasan seksual dan perdagangan orang dengan penanganan 97 kasus sepanjang awal 2026, Senin, 27 April 2026.

Polda Jatim menegaskan komitmen dalam memberantas kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak.

Sepanjang 2026 atau sejak empat bulan terakhir, Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang menangani 97 laporan polisi.

BACA JUGA:Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak, Ditres PPA-PPO Polda Jatim Diganjar Penghargaan Menteri PPPA


Mini Kidi Wipes.--

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 67 laporan diterima pada 2026 dan 27 kasus berhasil diselesaikan.

“Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan empat bulan, Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang telah menangani 97 laporan polisi,” ujarnya.

Ia menegaskan angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan perjuangan menyelamatkan martabat dan masa depan korban.

“Di balik setiap angka itu ada nyawa, ada martabat, dan ada masa depan yang sedang kita perjuangkan,” tegasnya.

Nanang menegaskan tidak ada toleransi terhadap pihak yang menyalahgunakan kewenangan untuk menindas korban.

Hal ini dibuktikan melalui sejumlah pengungkapan kasus menonjol selama 2026.

Kasus tersebut meliputi kekerasan seksual terhadap atlet nasional, perlindungan kelompok rentan, pemulangan pekerja migran dari Timur Tengah, hingga pembongkaran sindikat pornografi daring anak.

Namun, ia menilai penegakan hukum bukan satu-satunya solusi karena pencegahan menjadi langkah utama.

Polda Jatim menjalankan dua inovasi yaitu sistem penanganan terpadu melalui koordinasi lintas instansi serta pendekatan preventif melalui pendidikan.

Koordinasi dilakukan bersama DP3AK, Dinas Sosial, lembaga perlindungan perempuan dan anak, hingga komunitas difabel.

Sementara itu, pendekatan preventif dilakukan dengan menyusun modul bagi guru untuk mendeteksi dini perundungan, kekerasan seksual, dan bahaya pornografi di sekolah.

“Guru adalah kader terdepan kita. Jika guru kuat, maka benteng perlindungan anak-anak kita akan kokoh,” ungkapnya.

BACA JUGA:Dua Pekan Buron ke Bali, Penganiaya Janda Banyu Urip Diringkus Jatanras Polda Jatim, Terancam Pasal Berlapis


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Kapolda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam perlindungan masyarakat.

"Keamanan sejati adalah ketika kelompok yang paling lemah sekalipun merasa aman di tengah masyarakat. Mari kita wujudkan Jawa Timur yang zero tolerance terhadap kekerasan seksual,” tegasnya.

Ia menambahkan Jawa Timur menjadi bagian penting dalam gerakan kemanusiaan nasional terkait perlindungan kelompok rentan.

Menurutnya, isu kekerasan seksual kini menjadi indikator kemajuan peradaban suatu bangsa.

Karena itu, institusi keamanan dituntut tidak hanya sigap menindak pelaku, tetapi juga memahami trauma korban serta kompleksitas relasi kuasa. (fdn)

Kategori :