Mengenal Intermittent Fasting, Pengaturan Waktu Makan untuk Kurangi Lemak Perut

Senin 27-04-2026,11:42 WIB
Reporter : Mg/Nadiatul Hasanah
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pola makan intermittent fasting (IF) kini semakin diminati sebagai cara efektif dalam membantu menurunkan berat badan, khususnya lemak di bagian perut. Berbeda dari diet konvensional, metode ini lebih berfokus pada pengaturan waktu makan daripada membatasi jenis makanan tertentu.

Intermittent fasting merupakan pola makan yang mengatur siklus antara periode makan dan puasa. Dalam penerapannya, seseorang hanya makan pada waktu tertentu, sedangkan di luar jam tersebut hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih atau minuman tanpa kalori.

BACA JUGA:Cara Mudah Hilangkan Noda Bekas Lemak di Wadah Makanan


Mini Kidi Wipes.--

Salah satu pola yang paling umum digunakan adalah metode 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam. Contohnya, makan dimulai pukul 12.00 hingga 20.00, kemudian dilanjutkan dengan puasa hingga hari berikutnya.

Tidak hanya itu terdapat juga pola lain yakni metode 14:10 ini metode untuk orang yang mulai terbiasa melakukan intermittent fasting. Kemudian metode 20:4 metodi ini cocok untuk orang yang sudah terbiasa melakukan intermittent fasting.

BACA JUGA:Setop Goreng 5 Sayuran Ini Jika Ingin Tetap Sehat, Lalapan Favorit Bisa Jadi Tinggi Lemak

Meski begitu, hasil dari intermittent fasting tetap dipengaruhi oleh pola makan saat metode berlangsung. Agar hasilnya maksimal, dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak asupan protein, serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Selain itu, kualitas tidur dan aktivitas fisik juga berperan penting dalam mendukung pembakaran lemak.

Intermittent fasting dapat menjadi salah satu pilihan pola hidup sehat yang praktis untuk membantu mengurangi lemak perut. Namun, tetap perlu adanya penyesuaian dengan kondisi tubuh masing-masing agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Kategori :