MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polresta Malang Kota mendorong jajaran kepolisian meningkatkan edukatif, pembinaan pelajar, sekaligus menjadi narasumber utama dalam edukasi bahaya balap liar.
Salah satunya dilakukan Kabagops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, memimpin kegiatan sambang sekolah ke SMKN 10 Kota Malang di Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
BACA JUGA:Polresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 8 Malang Bahaya Kejahatan Siber dan Judi Online
Mini Kidi Wipes.--
Kompol Wiwin, Kanit Reskrim dan Kanit Binmas Polsek Kedungkandang, serta Ipda Freddy, turut memberikan materi tambahan kepada siswa, mendapat sambutan hangat pihak SMKN.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Dalam paparannya, Kompol Wiwin Rusli menegaskan, fenomena balap liar yang melibatkan remaja dan pelajar sangat disayangkan. Sudah menjadi perhatian serius Kapolresta malang Kota Kombes Pol Putu Aryana. Sebab selain menimbulkan gangguan kamtibmas juga membahayakan keselamatan jiwa.
“Balap liar selain melanggar lalu lintas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Banyak kasus berujung kecelakaan fatal, kerugian materiil, bahkan kehilangan nyawa. Ini yang harus kita cegah bersama sejak dini,” tegas Kompol Wiwin di hadapan ratusan siswa.
BACA JUGA:Tersangka Pelecehan Seksual Yai Mim Meninggal Dunia di Tahanan Mapolresta Malang Kota
Ia menjelaskan, secara hukum pelaku balap liar dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pasal terkait berkendara secara ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan, dengan ancaman pidana kurungan maupun denda.
“Selain sanksi pidana, dampak sosial dan psikologis juga besar. Masa depan pelajar bisa terancam hanya karena ikut-ikutan kegiatan yang tidak bermanfaat.” lanjutnya.
Kompol Wiwin juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus antisipasi keterlibatan pelajar dalam aksi balap liar.
“Dari pemantauan di lapangan, kelompok remaja dan pelajar menjadi potensi pelaku maupun penonton." pungkasnya.
BACA JUGA:Kapolresta Malang Kota Perkuat Dialog Bersama OKP dan Ormas demi Jaga Kondusivitas Wilayah
Sementara dalam sesi tanya jawab, para siswa terlihat antusias menggali informasi seputar dampak dan konsekuensi hukum balap liar.