Pemerintah Groundbreaking 5 PSEL Juni 2026, Olah 7.000 Ton Sampah Per Hari

Rabu 22-04-2026,20:19 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah akan memulai pembangunan lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik dengan kapasitas lebih dari 7.000 ton per hari pada Juni 2026, Rabu 22 April 2026.

Kelima proyek tersebut akan berlokasi di Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyebut proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Sementara itu, proyek di Bandung Raya merupakan mandat Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.

"Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi," ujar Muhammad Qodari dalam konferensi pers.

BACA JUGA:Pemerintah Targetkan PSEL Kurangi Sampah 33.000 Ton per Hari pada 2029

Ia merinci proyek pertama adalah PSEL Denpasar Raya dengan kapasitas 1.200 ton per hari yang melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Kedua, PSEL Kota Bekasi dengan kapasitas 1.400 ton per hari.

Ketiga, PSEL Bogor Raya dengan kapasitas 1.500 ton per hari.

Keempat, PSEL Yogyakarta Raya dengan kapasitas 1.000 ton per hari yang melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Kelima, PSEL Bandung Raya dengan kapasitas terbesar antara 1.853 hingga 2.131 ton per hari yang melayani Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.

Selain itu, terdapat proyek PSEL di Kota Palembang yang saat ini telah mencapai progres konstruksi 74 persen dengan target operasional Oktober 2026.

Groundbreaking proyek ini diharapkan mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota pada 2029.

BACA JUGA:RUU PPRT Disahkan, Pemerintah Tegaskan Perlindungan Pekerja dan Pemberi Kerja

Jika seluruh proyek terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi ditargetkan mencapai 33.000 ton per hari atau sekitar 23 persen dari total timbulan sampah nasional.

Langkah ini tidak hanya mengatasi krisis pengelolaan sampah yang mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi energi menuju energi baru dan terbarukan.

"Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular," pungkasnya. (–)

Kategori :