Screening Super Ketat, Universitas Brawijaya Tutup Celah Kecurangan UTBK 2026

Selasa 21-04-2026,14:50 WIB
Reporter : Edy Riawan
Editor : Fatkhul Aziz

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Brawijaya (UB) memastikan seluruh potensi pelanggaran yang mungkin dilakukan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026 telah terantisipasi melalui sistem pengawasan berlapis.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini tersebar di 67 titik lokasi yang mencakup 16 fakultas dan Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI). Untuk mendukung kelancaran ujian, UB menyiagakan 1.540 komputer utama dan 165 komputer cadangan.

BACA JUGA:Dukung Kebijakan Mendikti, UB Terapkan Pembelajaran Hybrid


Mini Kidi Wipes.--

"Pada hari pertama ini, tercatat ada 1.525 peserta ujian. Dari jumlah tersebut, hanya 40 orang yang tidak hadir, sehingga tingkat kehadiran mencapai 97,4%. Ini menunjukkan antusiasme peserta yang sangat tinggi," ujar Prof. Imam Santoso saat memberikan keterangan pers, Selasa 21 April 2026.

Hingga pelaksanaan sesi siang hari pertama, panitia melaporkan tidak ada temuan mencurigakan. Hal ini tidak lepas dari proses screening yang sangat ketat. Panitia tidak hanya mengandalkan metal detector, tetapi juga melakukan sterilisasi ruangan serta pengecekan fisik secara mendalam kepada seluruh peserta sebelum memasuki ruang ujian.

BACA JUGA:Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Profesor di UB Tawarkan Kota Ramah Pejalan Kaki

"SOP kami jalankan dengan disiplin tinggi. Kami memastikan secara fisik peserta tidak membawa alat atau memiliki potensi melakukan tindak kecurangan. Pengawasan tahun ini merupakan kombinasi antara pemantauan langsung dan dukungan teknologi mutakhir guna menjaga integritas ujian tanpa mengurangi kenyamanan peserta," lanjutnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Sementara itu, Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, M.M., menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan perhatian khusus bagi 13 peserta difabel yang mengikuti ujian di UB. Rinciannya terdiri dari 6 peserta tuna rungu, 3 peserta tuna daksa, dan 4 peserta tuna netra.

"Seluruh peserta difabel telah difasilitasi sesuai SOP panitia pusat. Kami telah mengecek kesiapan ruangan khusus agar mereka dapat mengikuti ujian dengan baik dan tanpa hambatan," tambah Arif.

Guna mengantisipasi kendala teknis, UB juga telah menyiagakan fasilitas pendukung darurat mulai dari genset, jaringan internet cadangan, hingga sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) di setiap lokasi ujian. Seluruh ruangan telah dilengkapi dengan prosedur emergency untuk menjamin kelangsungan ujian meskipun terjadi gangguan teknis.(edr)

Kategori :