Waspada Modus Begal di Jalanan Kian Beragam, Warga Surabaya Minta Pengawasan Diperketat

Selasa 21-04-2026,09:25 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aksi kejahatan jalanan berupa begal kendaraan bermotor masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari. Kini, para pelaku semakin lihai dengan berbagai modus yang kerap menjebak korban dalam situasi tak terduga.

Sejumlah pola kejahatan yang sering terjadi di lapangan antara lain modus “pepet dan jatuhkan”, di mana pelaku memepet korban hingga terjatuh sebelum membawa kabur motor. Ada pula modus “tuduh tabrak”, ketika pelaku berpura-pura menjadi korban kecelakaan untuk kemudian mengintimidasi dan merampas kendaraan.

BACA JUGA:Begal Makin Cerdik! Waspada Ragam Modus Curanmor Ini


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, pelaku juga kerap membuntuti korban dari ATM atau minimarket, lalu menghadang di jalan sepi. Modus lain yang tak kalah marak adalah “COD fiktif”, dengan menyamar sebagai pembeli motor sebelum akhirnya merampas kendaraan saat pertemuan.

Tak hanya itu, pelaku juga memanfaatkan kelengahan korban, seperti berpura-pura mabuk atau meminta tolong di pinggir jalan. Bahkan, kasus pencurian dengan memanfaatkan kunci motor yang tertinggal pun masih sering terjadi. Dalam beberapa kasus, komplotan pelaku berjumlah lebih dari dua orang dan mengapit korban agar tidak bisa melarikan diri.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Ciri umum kejadian begal ini biasanya terjadi di jalan minim penerangan, pada pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Pelaku umumnya menggunakan helm tertutup, tanpa pelat nomor, dan mengincar pengendara yang melintas sendirian.

BACA JUGA:Lawan Begal Sadis, Pasutri Pedagang Sayur di Pasuruan Terluka Kena Bacok dan Ledakan Bondet

Menanggapi maraknya modus tersebut, warga Surabaya Timur, Indra Setiawan (42), mengaku sangat khawatir terhadap keselamatan keluarganya, terutama anaknya yang masih berusia 17 tahun.

"Tentu sangat khawatir, karena di jalan raya kami tidak bisa memantau langsung anggota keluarga saat berada di luar," ujar Indra. 

BACA JUGA:Komplotan Begal Bercelurit Rampas Motor Milik Warga Kejayan Pasuruan saat Istirahat

Sebagai langkah antisipasi, Indra mengaku selalu menjaga komunikasi dengan anggota keluarga, mulai dari saat berangkat hingga tiba di tujuan. Ia juga memanfaatkan fitur berbagi lokasi melalui aplikasi pesan instan untuk memantau pergerakan.

"Kami saling kabar dan menggunakan share location agar bisa tahu posisi masing-masing," ungkapnya. 

BACA JUGA:Kasus Pelajar Surabaya Dibegal, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Kategori :