Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Terekam CCTV, Pria Berpeci Hitam Gasak Ponsel Pengantar Haji di Ponpes Sukorejo

 Terekam CCTV, Pria Berpeci Hitam Gasak Ponsel Pengantar Haji di Ponpes Sukorejo

Terduga pelaku pencopetan terekam CCTV saat pelepasan jemaah haji di Ponpes Sukorejo, Situbondo.--

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Seorang pria berpeci hitam diduga mencopet ponsel milik pengantar jemaah haji di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, dan aksinya terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial.

Nasib nahas dialami Silfi (21), warga Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Ponsel yang baru dibelinya raib digondol copet di tengah kerumunan pengantar jemaah haji bersama rombongan KBIHU Ibrahimy dan Hafas Sukorejo.

Suami korban, Wafi, mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya dan istrinya mengantarkan keluarga yang berangkat haji.

BACA JUGA:Polisi Ungkap Ibu Bayi Terbuang di Kandang Kambing Situbondo


Mini Kidi Wipes.--

Di tengah kondisi warga yang saling berdesakan, pelaku memanfaatkan situasi untuk mengambil ponsel korban.

"Istri saya tidak sadar saat ponselnya dicopet. Dia baru sadar waktu mau mengambil ponsel di saku, ternyata sudah tidak ada dan langsung menangis. Apalagi ponsel itu baru beli," ujar Wafi, Jumat 15 Mei 2026.

Keesokan harinya, Wafi mendatangi pengurus Ponpes Sukorejo untuk memeriksa rekaman CCTV.

Dari rekaman tersebut diketahui bahwa ponsel korban bukan jatuh, melainkan sengaja dicuri oleh seorang pria paruh baya yang mengenakan peci hitam dan tas selempang.

"Dalam rekaman CCTV terlihat jelas seorang pria berusia sekitar 55 tahun membuntuti istri saya, lalu mengambil ponsel dari sakunya. Lokasinya tepat di depan gerbang masuk santri putra," jelas Wafi.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Wafi menegaskan dirinya sedang melengkapi bukti-bukti sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ia berharap rekaman wajah pelaku yang cukup jelas dapat mempermudah polisi dalam melakukan pelacakan.

"Saya belum melapor karena masih mengumpulkan bukti. Langkah pertama, saya memviralkan dulu wajah pelaku di media sosial agar masyarakat bisa ikut membantu mengenali. Rencananya besok saya akan resmi melapor ke polisi," pungkas Wafi.

Sumber: