Menteri Pertanian Ajak Mahasiswa Cek Stok Beras di Gudang Bulog Surabaya

Minggu 19-04-2026,17:21 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Udin

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung gudang Perum Bulog Cabang Surabaya di Komplek Pergudangan Banjarkemantren, Minggu 19 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Amran mendapati gudang dalam kondisi penuh beras hasil serapan dari petani lokal.

Tak hanya melakukan peninjauan, Amran juga mengajak puluhan perwakilan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok pangan nasional.

Langkah ini disebutnya sebagai bentuk transparansi sekaligus membuka ruang verifikasi publik terhadap data pemerintah.

"Saya ingin menegaskan terkait ketersediaan pangan, khususnya beras, baik saat ini maupun ke depan," ujar Amran di sela kunjungan.

BACA JUGA:DJP Jatim III Berikan Relaksasi Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Sistem Coretax hingga April

Ia mengapresiasi kinerja Bulog Jawa Timur yang dinilai proaktif melibatkan banyak pihak mulai dari organisasi mahasiswa hingga akademisi.

Menurutnya, keterlibatan ini penting untuk memastikan data stok pangan dapat diuji secara terbuka oleh masyarakat.

BACA JUGA:Dapat Karyawan dari Medsos, Malah Gasak Motor Juragan

Amran mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,9 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.


Mini Kidi Wipes.--

Angka tersebut diklaim sebagai stok yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Ia menegaskan data ini bersumber dari lembaga kredibel seperti Bulog, BPS, dan Food and Agriculture Organization (FAO).

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Total ketersediaan beras nasional termasuk stok di sektor perhotelan dan tanaman yang masih di lahan diperkirakan mencapai 28 juta ton.

"Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan, termasuk menghadapi musim kemarau," terang Amran.

Untuk menjaga produksi, pemerintah mengandalkan program pompanisasi sebagai strategi efisiensi air di lahan pertanian.

Amran juga menyinggung kebijakan lintas sektor yang mendukung ketahanan pangan termasuk penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. (ain)

Kategori :