new idulfitri

Aksi Gendam di Taman Apsari Surabaya, Motor Honda PCX Milik Pelajar Raib

Aksi Gendam di Taman Apsari Surabaya, Motor Honda PCX Milik Pelajar Raib

Ilustrasi aksi kejahatan jalanan dan penipuan kendaraan bermotor yang meresahkan warga di wilayah Kota Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Aksi gendam mulai menghantui wilayah Surabaya setelah seorang pelajar kehilangan motornya di sekitar Taman Apsari.

Peristiwa yang menimpa korban berinisial RK warga Jalan Rungkut Menanggal tersebut terjadi pada Jumat 17 April 2026.

Motor Honda PCX putih dengan nomor polisi L 3319 AADV raib dibawa kabur dua orang pelaku yang menggunakan Suzuki Satria FU sebagai sarana aksi.

BACA JUGA:Dua Maling Gasak Motor di Felix Guest House Kendangsari Surabaya Terekam CCTV

Orang tua korban, Dadi Wahyudi menceritakan bahwa saat kejadian korban sedang bermain basket di sekitar Taman Apsari bersama dua temannya.

BACA JUGA:Sebanyak 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan dan Warga Diimbau Segera Klarifikasi

Tiba-tiba dua pelaku menghampiri dan menggunakan modus klasik dengan menuduh korban telah menabrak adik pelaku.

RK yang merasa tidak pernah menabrak orang dengan tegas mengelak, namun ia tetap dipaksa pelaku untuk menemui adiknya dengan cara dibonceng kendaraan pelaku.


Mini Kidi Wipes.--

Korban kemudian diturunkan di Jalan Wali Kota Mustajab, sementara kedua pelaku berdalih kembali ke Taman Apsari untuk menjemput rekan korban lainnya.

Sesampainya di Taman Apsari, kedua pelaku membujuk rekan korban untuk ikut serta dan membawa motor Honda PCX milik korban dengan alasan menuju lokasi RK.

Para korban baru menyadari telah menjadi sasaran penipuan setelah RK menelepon rekannya yang masih berada di Taman Apsari.

"Anak saya dan temannya ini sengaja dibingungkan dan tidak sadar, sadarnya putra saya setelah menelepon temannya," ujar Dadi.


Mini Kidi Wipes.--

Setelah menyadari menjadi korban kejahatan, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng pada hari yang sama.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa pihak korban sudah membuat laporan resmi terkait kasus tersebut.

"Betul, korban sudah laporan, saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas," pungkas Vian. 

Sumber:

Berita Terkait