Agar terhindar dari bahaya beras oplosan, Mahmud memberikan beberapa langkah preventif bagi masyarakat meminimalisir mengonsumsi beras oplosan yang beredar.
"Saya memberikan saran untuk membeli dari sumber terpercaya, menghindari beras dengan ciri mencurigakan seperti terlalu putih, berbau menyengat," pungkasnya.
BACA JUGA:Pascasarjana Unair Satukan Kepala Daerah Perkuat Ekonomi Jatim Lewat Kolaborasi Alumni
Menanggapi kondisi beredarnya beras SPHP oplosan, Mahmud menyarankan pemerintah untuk memperkuat pengawasan distribusi dan memberikan sanksi tegas bagi oknum nakal, selain itu ia juga memberikan opsi lain pengganti nasi.
"Masyarakat tidak harus mengganti nasi sepenuhnya, tapi bisa mulai mencoba opsi karbohidrat lain seperti umbi-umbian, singkong, ubi, jagung, atau kentang. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada nasi sekaligus memperkaya asupan gizi," tutupnya. (yat)