Kampung Pancasila dan Harapan Penguatan Nilai di Tingkat Warga
Aris Setyoadji--
Program Kampung Pancasila yang digagas Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Eri Cahyadi menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Di era keterbukaan informasi dan interaksi sosial yang semakin kompleks, penguatan nilai Pancasila di tingkat komunitas memang menjadi kebutuhan.

Mini Kidi Wipes.--
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya berbagai pihak, termasuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dalam menjaga relevansi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Dalam berbagai kesempatan, Eri Cahyadi menekankan bahwa Kampung Pancasila bukan sekadar penamaan wilayah, melainkan ruang praktik nilai-nilai kebangsaan yang hidup di tengah masyarakat.
Konsep yang diusung mengarah pada lingkungan kampung yang guyub, saling menghargai perbedaan, serta aktif dalam kegiatan sosial dan gotong royong.
BACA JUGA:Pengamat Puji Visi Wali Kota Eri Cahyadi Tumbuhkan Hubungan Sosial Warga Lewat Kampung Pancasila
Kampung Pancasila juga diharapkan menjadi tempat di mana persoalan sosial diselesaikan melalui musyawarah, warga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta mampu menjaga kerukunan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial.
Kampung sebagai unit sosial terkecil memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tersebut secara nyata.
Melalui pendekatan berbasis lingkungan, program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial antarwarga.
BACA JUGA:Gelorakan Kampung Pancasila, H Mochamad Ali Perkuat Gotong Royong Lewat Aksi Sosial
Meski demikian, keberhasilan Kampung Pancasila tentu tidak hanya diukur dari jumlah wilayah yang telah dideklarasikan.
Lebih dari itu, yang menjadi harapan bersama adalah bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sumber:







