SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebiasaan lapar di tengah malam kerap membuat seseorang memilih makanan tinggi gula atau lemak yang berisiko meningkatkan berat badan.
Namun, pemilihan camilan yang tepat di Surabaya justru dapat membantu menjaga kesehatan tanpa memicu obesitas.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ringan bergizi di malam hari tidak selalu berdampak negatif.
Studi dalam Journal of Nutrition menyebutkan camilan dengan kandungan serat, protein, dan nutrisi seimbang dapat mendukung metabolisme tubuh jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
BACA JUGA:Tidak Selalu Nasi, Camilan Ini Lebih Mengenyangkan dan Tahan Lama
Yogurt rendah lemak menjadi salah satu rekomendasi karena mengandung probiotik, protein, dan kalsium yang baik untuk pencernaan.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan yogurt dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan es krim.
Mini Kidi Wipes.--
Selain itu, pisang juga disarankan karena kaya kalium, vitamin B6, dan serat yang membantu produksi melatonin alami untuk mendukung kualitas tidur.
Oatmeal tanpa gula mengandung serat larut dan magnesium yang membantu menstabilkan gula darah sehingga mencegah rasa lapar berulang.
Kacang almond juga kaya lemak sehat dan vitamin E, di mana studi dalam European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan konsumsi kacang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Telur rebus yang tinggi protein dan vitamin D juga baik untuk menjaga energi serta membantu perbaikan otot.
Buah apel atau pir yang kaya serat dan antioksidan dapat membantu mengontrol nafsu makan dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Edamame mengandung protein nabati dan isoflavon yang menurut penelitian dalam Nutrition Reviews dapat membantu menurunkan kolesterol jahat.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Terakhir, dark chocolate dengan 70 persen kakao kaya flavonoid sebagai antioksidan yang dapat membantu menurunkan stres dan meningkatkan suasana hati.
Meski demikian, camilan malam tetap perlu dikontrol karena konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan tetap berisiko menyebabkan kenaikan berat badan.
Para ahli menekankan pentingnya pengetahuan gizi dalam memilih makanan selingan agar tidak menjadi ancaman bagi kesehatan jangka panjang. (rio)