ITS Kembangkan Sains Techno Park untuk Perkuat Inovasi Mahasiswa

Senin 13-04-2026,22:33 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan soft launching integrasi kawasan Sains Techno Park menuju target STP ITS 2027 untuk memperkuat inovasi mahasiswa dan startup kampus, Senin 13 April 2026.

Peluncuran yang berlangsung di Creative Center A ini turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy.


Mini Kidi Wipes.--

Kehadiran tersebut menandai proyek ini masuk dalam radar strategis nasional untuk memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan.

“Operasionalisasi STP ini bisa dimaknai sebagai investasi untuk melahirkan startup baru dari kampus,” ujar Rachmat.

Menurutnya, riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti di jurnal, tetapi harus berlanjut hingga tahap komersialisasi.

BACA JUGA:ITS dan BRIDA Kembangkan Mangrove Surabaya Jadi Laboratorium Alam Berbasis Teknologi

Berbeda dari kebanyakan STP di Indonesia, kawasan ITS dirancang sebagai jembatan antara laboratorium dan dunia industri.

Di atas lahan 10 hektare, ITS menyatukan berbagai fasilitas riset menjadi satu ekosistem terpadu.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyebut penguatan dilakukan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia dan sistem inovasi.

BACA JUGA:ITS Kembangkan BBM dari Sawit, Lebih Efisien dan Rendah Emisi

“STP ini menjadi penghubung nyata antara hasil riset dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Saat ini, STP ITS bertumpu pada empat klaster utama yakni maritim, otomotif, teknologi informasi dan komunikasi serta robotika, dan industri kreatif.

ITS juga menjadi satu-satunya STP di Indonesia yang memiliki fasilitas sirkuit khusus untuk riset otomotif.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Secara nasional, STP ITS masuk dalam lima STP top-tier bersama Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor.

Kelima kampus tersebut tergabung dalam Konvensi Sains Teknologi Indonesia sebagai motor penggerak inovasi nasional.

Namun, pengembangan STP di Indonesia secara keseluruhan masih belum mencapai target 100 kawasan yang dicanangkan pemerintah.

BACA JUGA:Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto Jangan Abaikan 10 Rekomendasi ITS

Karena itu, integrasi STP ITS diharapkan menjadi model percepatan pengembangan.

Transformasi ini didukung pendanaan melalui program Higher Education for Technology and Innovation yang didanai Asian Development Bank sebesar Rp 650 miliar sejak 2022.

Dana tersebut digunakan untuk membangun ekosistem inovasi yang siap menghasilkan produk dan masuk pasar.

BACA JUGA:Jaga Kenyamanan Ibadah Ramadan, Ditsamapta Polda Jatim dan Dinsos Komitmen Tertibkan Gepeng

Beberapa produk yang telah dihasilkan antara lain robot medis RAISA, kendaraan listrik, kapal otonom i-Boat, dan produk kreatif untuk UMKM.

Selain itu, ITS juga merancang pembangunan Rumah Sakit Pendidikan bernama RS dr Angka Nitisastro serta pusat riset semikonduktor.

Menurut Bambang, rumah sakit tersebut akan mengintegrasikan teknologi kedokteran dengan inovasi digital dan rekayasa.

Dengan demikian, integrasi STP ITS menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi riset nasional.

BACA JUGA:Evolusi Karier Natkeni: Dari Lulusan Cumlaude ITS hingga Top 16 Miss Indonesia

Langkah ini juga sejalan dengan rencana pembentukan Badan Transfer Teknologi Nasional untuk mengawal komersialisasi inovasi.

Selain itu, pengembangan ini selaras dengan target global dalam mendukung pendidikan berkualitas dan industri berbasis inovasi.

Dengan ekosistem yang semakin matang, ITS tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat. (Ain)

Kategori :