Warga Surabaya Resah Aksi Gangster, Minta Penanganan Serius

Rabu 08-04-2026,21:39 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Warga mengeluhkan maraknya aksi gangster yang melibatkan remaja dan pelajar hingga menurunkan rasa aman, terutama pada malam hari, di Kota Surabaya, Rabu 8 April 2026.

Sebagian warga mengaku kini lebih waspada dalam beraktivitas karena aksi kekerasan jalanan dinilai semakin sering terjadi dan mulai merambah lingkungan permukiman.


Mini Kidi Wipes.--

Fery Putra Suud, warga Barata Jaya, mengatakan keresahan masyarakat meningkat setelah banyak kejadian serupa beredar di media sosial.

“Sekarang kalau keluar malam rasanya tidak tenang, apalagi kalau jalan sepi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran semakin besar karena pelaku didominasi kalangan pelajar.

BACA JUGA:Identitas 8 Anggota Gangster All Star Surabaya yang Diamankan Polisi di Gubeng Terungkap

Menurutnya, kurangnya pengawasan orang tua serta pengaruh pergaulan bebas menjadi faktor utama yang mendorong keterlibatan remaja dalam kelompok gangster.

"Selain itu, peran sekolah juga dinilai perlu diperkuat, tidak hanya dalam aspek pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter siswa," ujarnya.

Terkait solusi, Fery menyatakan setuju jika diterapkan jam malam bagi pelajar guna menekan aktivitas negatif di luar rumah.

BACA JUGA:Tawuran Gangster di Gubeng Surabaya, Polisi Amankan 8 Orang, 2 Diproses Hukum

Selain itu, warga menilai hukuman bagi pelaku harus lebih tegas agar menimbulkan efek jera.

Ia berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli di titik rawan serta menindak pelaku tanpa pandang bulu.

Selain itu, pemerintah kota diminta menghadirkan program pembinaan remaja melalui kegiatan positif dan pelatihan keterampilan.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Menanggapi isu dugaan keterlibatan oknum perguruan silat, ia meminta penelusuran mendalam agar tidak menimbulkan stigma negatif, namun tetap tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Di tingkat lingkungan, warga telah mengaktifkan ronda malam dan siskamling sebagai langkah pencegahan.

Meski demikian, upaya tersebut dinilai perlu didukung sinergi antara masyarakat, aparat, dan pemerintah.

“Harapan saya Surabaya bisa kembali aman, remaja juga punya kegiatan yang positif, bukan malah ikut geng,” pungkasnya. (rio)

Kategori :