Wujudkan Swasembada Pangan, Dirut Bulog Pimpin Panen Raya di Ngawi

Sabtu 04-04-2026,15:09 WIB
Reporter : Aris Purniawan/ Andhika
Editor : Muhammad Ridho

NGAWI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan, kali ini kita laksnakan panen raya di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi untuk pertama kalinya di musim tanam pertama di Tahun 2026 yang memiliki potensi yang sangat luar biasa sekali. 

"Memastikan harga gabah petani sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," katanya. 

BACA JUGA:Dikeluhkan Pedagang Pasar Wonokromo, Bulog Siapkan Langkah untuk Tambah Distribusi Minyak Kita


Mini Kidi Wipes.--

Rizal menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mensejahterakan dan meningkatkan nilai tukar para petani. Juga untuk memastikan capaian serapan beras gabah petani sebanyak 4 juta ton terwujud sesuai dengan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto dapat menyerap beras dari para petani di tahun 2026.


Gempur Rokok Ilegal -----

Hingga saat ini stok beras di gudang bulog sudah mencapai 4,4 juta ton dan ini sungguh prestasi yang sangat membanggakan serta mewujudkan swasembada pangan. 

"Keberhasilan ini merupakan kerjasama baik pemerintah pusat, pemeritah daerah, TNI, Polri juga seluruh para petani," pungkasnya. 

BACA JUGA:Dirut Bulog Tinjau Harga Pangan Usai Lebaran di Pasar Wonokromo: Mayoritas Komoditas Stabil

Sementara itu, wakil bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memyampaikan, tentunya panen raya ini dapat memberikan manfaat dengan terus memberikan inovasi kedepannya.

Berdasarkan data produksi padi di Ngawi sejak tahun 2023 hingga 2025 terus menunjukan peningkatan. Pada tahun 2023 luas panen 124.923 hektar dengan produksi 771.251 ton gabah kering giling (GKG), tahun 2024 luas panen 766.704 hektar dengan produksi 765.704 ton GKG dan tahun 2025 dengan luas panen 129.013 hektar dengan produksi 772.571 ton GKG. 

"Kenaikan produksi padi ini setara dengan 446.098 ton beras," ujarnya. 

BACA JUGA:Jelang Idulfitri, Bulog Jatim Salurkan 42 Ribu Ton Beras dan 9 Juta Liter Minyak Kita

Antok sapaan akrabnya menambahkan, meskipun untuk luasan lahan berbeda dengan wilayah lain seperti Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan akan tetapi Kabupaten Ngawi masuk tiga besar penyumbang padi di Jawa Timur. 

"Ini juga didukung dengan inovasi PRLB dan electricity for farming untuk peningkatan produksivitas serta peningkatan daya saing petani," pungkasnya. (aris/dika).

Kategori :