Tak Lagi Impor, Mentan Amran: Stok Beras Melimpah, Gudang Bulog Overload
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tegaskan stok beras melimpah hingga bantah terkait isu impor beras. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional saat ini dalam kondisi melimpah hingga membuat gudang milik Bulog penuh, sehingga pemerintah harus menyewa gudang tambahan.
Melihat kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa Indonesia tidak sedang melakukan impor beras medium dan justru berada dalam posisi surplus pangan. Ia menyebut kapasitas gudang Bulog sebenarnya hanya sekitar 3 juta ton, sementara stok beras pemerintah kini telah menembus angka 5 juta ton.
BACA JUGA:Mentan Amran Klaim Stok Beras Era Prabowo Lampaui Masa Swasembada 1984

Mini Kidi Wipes.--
"Kalau ada yang mengatakan ini diragukan, sekarang gudang yang kita lihat ini disewa karena sudah penuh. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang 5 juta ton, berarti sudah sewa 2 juta ton," kata Amran, saat meninjau gudang sewa Bulog Jatim di Komplek Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia bahkan menegaskan data stok tersebut tidak mungkin direkayasa karena seluruh pencatatan berada di bawah pengawasan kepala gudang dan Bulog. Menurutnya, jika data tidak sesuai fakta, maka akan mudah dibuktikan melalui pemeriksaan administrasi dan distribusi beras di lapangan.
BACA JUGA:Surabaya Deflasi 0,07 Persen, Mentan Puji Kinerja Wali Kota Eri Cahyadi Jaga Stabilitas Harga
Selain memastikan stok melimpah, Amran juga menepis isu bahwa beras yang tersimpan berasal dari impor. Ia menyebut tidak ada data impor beras medium yang masuk dalam periode tersebut.
"Nggak ada data impor keluar masuk beras medium. Kita ini surplus," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu.
Amran mengungkapkan kondisi surplus beras Indonesia kini justru menarik perhatian negara lain. Ia menyebut ada permintaan pasokan beras sebanyak 500 ribu ton dari Malaysia kepada Indonesia.
BACA JUGA:Bupati Warsubi Dampingi Wapres Gibran Ziarah ke Makam Mbah Wahab di Tambakberas Jombang
Menurutnya, perubahan posisi Indonesia dari negara pengimpor menjadi negara yang menghentikan impor dalam dua tahun terakhir turut memengaruhi harga pangan dunia. Ia menjelaskan sebelumnya harga beras dunia berada di kisaran 660 dolar AS per ton, namun kini turun menjadi sekitar 340 hingga 380 dolar AS per ton.
"Indonesia itu dulu importir beras terbesar dunia. Tiba-tiba stop impor 7 juta ton selama dua tahun berturut-turut, pasti berpengaruh terhadap harga dunia," tukasnya.
Kendati demikian, Amran menilai fakta gudang Bulog yang penuh hingga harus menyewa tambahan kapasitas menjadi indikator nyata bahwa produksi dan cadangan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat.
Sumber:









