Sejarah Telur Paskah dan Maknanya

Kamis 02-04-2026,22:58 WIB
Reporter : Mg/Dia Vionita Herlina
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Setiap kali musim Paskah tiba, dekorasi telur terlihat di berbagai sudut kota, mulai dari pusat perbelanjaan hingga sekolah. Telur identik dengan Paskah karena perpaduan tradisi kuno dan makna spiritual bagi umat Kristiani.


Mini Kidi Wipes.--

Dilansir dari Britannica, telur menjadi simbol kesuburan dan kelahiran kembali sejak zaman kuno, jauh sebelum tradisi Paskah modern ada. Bagi umat Kristiani, telur dipandang sebagai simbol makam Yesus. Seperti anak ayam yang memecahkan cangkang untuk keluar, kebangkitan Yesus dikaitkan dengan keberhasilan keluar dari makam membawa kehidupan baru bagi umat manusia.

Selain makna spiritual, ada alasan praktis di baliknya. Mengutip artikel dari Chase Oaks, pada abad pertengahan, umat Kristiani dilarang makan produk hewani termasuk telur selama masa Prapaskah 40 hari. Namun, ayam tetap bertelur. Agar tidak mubazir, telur direbus agar awet. Saat Paskah tiba dan larangan dicabut, telur dihias cantik sebagai perayaan berakhirnya masa puasa.

BACA JUGA:Jelang Paskah 2026, Polisi Sterilisasi Sejumlah Gereja di Pare Kediri

Tradisi menghias telur awalnya menggunakan warna merah melambangkan darah Yesus, biru melambangkan kasih sayang Tuhan, dan kuning merepresentasikan kebangkitan serta kehidupan baru.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi lebih ceria dan penuh warna. Di era modern, telur asli banyak digantikan telur cokelat atau plastik berisi permen anak-anak.


Gempur Rokok Ilegal -----

Telur Paskah bukan sekadar hiasan lucu. Meskipun diganti cokelat, ia tetap membawa makna Paskah yang sama dan menjadi pengingat tentang harapan serta awal baru. (–)

Kategori :