Piala Kajati Jatim 2026 Resmi Bergulir, Pecahkan Rekor MURI
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., dan Ketua PBSI Jatim, Tonny Wahyudi melakukan foto bersama setelah membuka turnamen Piala Kajati Jatim 2026--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Timur resmi menyelenggarakan turnamen bulu tangkis bergengsi, Piala Kajati Jawa Timur 2026, Senin, 15 Juni 2026.
Pembukaan ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ini berlangsung megah dan meriah di GOR Sudirman, Surabaya.

Mini Kidi Wipes.--
Berdasarkan jadwal resmi, turnamen Piala Kajati Jatim ini akan bergulir sepanjang pekan, mulai tanggal 15 hingga 21 Juni 2026.
BACA JUGA:Jelang Piala Kajati Jatim 2026, PBSI Jatim Rampungkan Persiapan Akhir
Untuk mengakomodasi antusiasme luar biasa dari para peserta, PBSI Jatim telah menyiapkan tiga arena pertandingan mulai dari GOR Sudirman, GOR Suryanaga dan GOR MERR.

Gempur Rokok Illegal--
Turnamen edisi keempat ini langsung mencatatkan sejarah baru di hari pertama pelaksanaannya. Piala Kajati Jatim 2026 secara resmi menorehkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berkat jumlah peserta yang membeludak, mencapai 2.528 atlet yang datang dari 233 klub di seluruh penjuru Indonesia.
Acara pembukaan ini terasa semakin spesial dengan kehadiran Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) sekaligus legenda hidup bulu tangkis dunia, Taufik Hidayat.
Ia hadir langsung di lapangan untuk membuka turnamen secara simbolis bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., dan Ketua PBSI Jatim, Tonny Wahyudi.
Tak hanya itu, jajaran petinggi olahraga Jawa Timur juga tampak memadati tribun kehormatan, di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jatim M. Hadi Wawan Guntoro, serta Ketua KONI Jatim Drs. Muhammad Nabil.
BACA JUGA:Karir Moncer Sutikno, Mantan Kajari Bojonegoro yang Kini Jabat Kajati Jawa Barat
Dalam sambutannya, Ketua PBSI Jatim Tonny Wahyudi menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga asa regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Sumber:





