Berbagai inovasi lainnya turut diperkuat, seperti penerapan teknologi autogate di sejumlah bandara internasional, penggunaan body camera bagi petugas imigrasi, hingga pembentukan Passenger Analysis Unit (PAU) untuk meningkatkan analisis pergerakan penumpang secara real-time di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
BACA JUGA:Ditjen Imigrasi Tindak 196 WNA Langgar Izin Tinggal Selama Operasi Wirawaspada di Jabodetabek
Di bidang pelayanan, Ditjen Imigrasi juga memperluas jangkauan dengan menambah 18 kantor imigrasi baru di berbagai wilayah. Dengan demikian, total kantor imigrasi kini mencapai 151 unit. Langkah ini bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan orang asing hingga ke daerah.
Menjelang akhir masa tugasnya sebagai Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Imigrasi, baik di pusat maupun daerah, atas kerja profesional yang telah ditunjukkan.
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan Imigrasi di Indonesia. Ke depan, saya berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat agar Imigrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara,” tutupnya. (Mik)