MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus tewasnya seorang teknisi asal China di PT Sun Paper Source (SPS), Kabupaten Mojokerto, mulai membuka fakta baru. Perusahaan tersebut diduga belum melaporkan keberadaan empat tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di dalamnya kepada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat.
Temuan ini terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur bersama BIN Ketenagakerjaan Jatim dan Disnaker Kabupaten Mojokerto, Selasa, 31 Maret 2026.
BACA JUGA:Kematian WNA di PT SPS Mojokerto Bongkar Dugaan Ratusan TKA Ilegal, Aktivis Desak Investigasi Total
Mini Kidi Wipes.--
Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida, menyatakan secara tegas bahwa pihak perusahaan belum memenuhi kewajiban pelaporan tersebut. “SPS belum melaporkan. Mereka baru masuk Januari,” ujarnya,kenarin.
Ia mengungkapkan, keempat tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut, termasuk korban yang meninggal dunia, belum tercatat secara resmi di Disnaker. Kondisi ini dinilai menyulitkan pengawasan, terutama saat terjadi insiden kerja.
“Semua belum dilaporkan, termasuk yang meninggal,” tegasnya.
Gempur Rokok Ilegal -----
Pasca kejadian ini, Disnaker berencana memperketat pengawasan dan meminta seluruh perusahaan untuk lebih tertib melaporkan penggunaan tenaga kerja asing. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah dapat melakukan monitoring serta penanganan cepat jika terjadi kejadian serupa.
Meski demikian, Yoi menyebut tidak ada sanksi langsung dari Disnaker bagi perusahaan yang tidak melaporkan TKA. Penindakan lebih lanjut menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Imigrasi, terutama jika ditemukan pelanggaran administratif yang berlarut.
BACA JUGA:Kejati Jatim Tahan AHS Tenaga Ahli DPR RI, Terkait Korupsi BSPS Sumenep Rp26,8 Miliar
Sementara itu, Manager HR-GA Mekabox Internasional selaku perwakilan SPS Corporate, Hendro Djarot, menyatakan pihak perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP.
“Akan kami perbaiki. Meski menurut kami SOP sudah lengkap dan P2K3 juga tersedia, kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Ke depan SOP akan kami buat dalam dua bahasa,” katanya.
Hendro menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan. “Ini murni musibah yang tidak ada pihak yang menghendaki,” imbuhnya.