Dwelling Time Membengkak, Importir Menjerit karena Rugi Miliaran

Kamis 02-04-2026,06:07 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Waktu tunggu (dwelling time) kontainer sejak dibongkar dari kapal hingga keluar dari pintu utama pelabuhan kembali dikeluhkan pelaku usaha ekspor-impor.

Kondisi ini dinilai merugikan para importir, bahkan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha.

Salah satu importir yang rutin mendatangkan barang dari Tiongkok mengaku mengalami kerugian besar akibat lamanya proses pengeluaran barang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Pria yang akrab disapa Andy itu menyebut barang impor miliknya tertahan hingga satu bulan.

“Saya impor pakaian dalam dari Tiongkok, tapi sampai sekarang belum bisa keluar dari pelabuhan,” ujarnya.

BACA JUGA:Kejari Tanjung Perak Surabaya Panggil Pedagang PD Pasar Surya untuk Percepat Penyidikan


Mini Kidi Wipes.--

Andy mengungkapkan, kerugian yang dialaminya mencapai angka fantastis. Ia mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp1,5 miliar akibat lamanya dwelling time.

Menurutnya, seluruh dokumen perizinan awal (pre-customs) telah dipenuhi. Namun, kondisi di lapangan tetap membuat proses distribusi barang tersendat.

“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, jelas pengusaha akan merugi,” tegasnya. Ia yang telah puluhan tahun berkecimpung sebagai importir menilai persoalan ini bukan hanya terjadi di Surabaya.

Ia menyebut, pelabuhan besar lain seperti Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Belawan di Medan juga menghadapi persoalan serupa.

Lamanya dwelling time tidak hanya berdampak pada importir, tetapi juga memengaruhi kinerja perusahaan bongkar muat (PBM) dan para pekerja pelabuhan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas logistik.


Gempur Rokok Ilegal -----

Di sisi lain, kebijakan pengawasan ketat dan inspeksi mendadak terhadap barang impor di sejumlah pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor pemicu antrean kontainer.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2025 pengusaha Surabaya lainnya, Suharto mengungkapkan, sebelumnya ia importir barang dari Tiongkok.

Kategori :