Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Waspada Hantavirus, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak

Waspada Hantavirus, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak

ilustrasi hantavirus--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai langkah antisipasi penyebaran hantavirus melalui pintu masuk negara.

Pengawasan difokuskan pada deteksi dini virus hanta terhadap alat angkut, penumpang, awak kapal, serta faktor risiko lingkungan di kawasan pelabuhan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sejak 2024 hingga 2026 tercatat lebih dari 200 suspek hantavirus secara nasional, sedangkan di Jawa Timur ditemukan satu kasus.

Kepala BBKK Surabaya, dr Rosidi Roslan mengatakan, pengawasan penyakit menular di pelabuhan sebenarnya rutin dilakukan, namun saat ini perhatian lebih diarahkan pada hantavirus.

“Secara teknis kegiatan hampir tidak berubah, karena upaya cegah dan tangkal penyakit menular selalu dilakukan. Hanya saja sekarang lebih ditekankan ke virus hanta,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

BACA JUGA:Kasus Hantavirus Pernah Ditemukan di RSUD Dr Soetomo, Dinkes Jatim: Pasien Sudah Sembuh


Mini Kidi Wipes.--

Rosidi menjelaskan, pemeriksaan mencakup sanitasi kapal, pemantauan kesehatan awak dan penumpang, serta pengawasan terhadap kualitas air, udara, makanan, limbah, dan binatang pembawa penyakit.

Selain itu, pengawasan terhadap alat angkut, orang, dan barang dari negara atau daerah yang melaporkan kasus juga diperketat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemantauan suhu tubuh pelaku perjalanan internasional menggunakan thermal scanner.

Jika ditemukan penumpang dengan gejala mengarah ke hantavirus, petugas akan segera melakukan rujukan medis dan melaporkannya kepada instansi terkait.

Selain itu, apabila ditemukan reservoir hantavirus seperti tikus atau curut di kapal, petugas akan langsung melakukan penanggulangan sesuai prosedur.

Rosidi menambahkan, investigasi dan koordinasi dengan otoritas pelabuhan, dinas kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya telah disiapkan sebagai bagian dari respons cepat.

Pengawasan juga dilakukan terhadap kapal pesiar yang bersandar di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN). “Sejauh ini aman, tidak ada kendala,” tambahnya.

Hingga akhir April 2026, penyakit menular yang tercatat dalam notifikasi di Pelabuhan Surabaya hanya malaria dari wilayah Papua dan telah terkendali. BBKK memastikan belum ditemukan kasus penyakit menular lain di pelabuhan tersebut.


Gempur Rokok Illegal--

Rosidi mengimbau masyarakat, khususnya warga sekitar pelabuhan dan pelaku perjalanan internasional, agar tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ia menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, mengonsumsi makanan bersih, dan rutin berolahraga.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan menutup akses masuk tikus dan menyimpan makanan secara baik.

“Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila sakit. Jangan panik dan jangan mudah percaya hoaks. Cari informasi dari sumber terpercaya,” tegasnya.

BBKK Surabaya juga mengingatkan seluruh petugas agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dan melaporkan setiap temuan kasus dalam waktu kurang dari 24 jam. (rio)

 

 
 

Sumber: