SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nasib sial dialami Isbat Ubaidillah. Pemuda berusia 27 tahun itu dianiaya orang tak dikenal (OTK) di depan outlet potong rambut, tempatnya bekerja di Jalan Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri.
Pemuda asal Probolinggo yang akrab dipanggil Ubay ini bercerita, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu, pelaku awalnya cek-cok dengan pemotor lain dan berhenti di sekitar outlet potong rambut yang dia jaga. Posisinya, Ubay saat itu sedang duduk di depan karena belum ada pelanggan yang datang.
BACA JUGA:Begal Sadis di Mojokerto, Wanita 50 Tahun Dianiaya saat Pertahankan Motor
Mini Kidi Wipes.--
Pelaku ini awalnya cek-cok dengan pemotor. Tiba-tiba, Ubay yang tak sengaja melihat keributan itu tiba-tiba dihampiri pelaku. Dia kemudian memarahi Ubay yang sedang duduk dan mengatakan agar tak ikut campur urusannya dengan pemotor tersebut. Ubay saat itu kebingungan sebab dia cuma melihat cek-cok tersebut.
"Setelah ngejar pemotor itu, dia kembali lagi nyamperi saya. Marah-marah ke saya. Dia bentak-bentak saya. Aku tanya 'sampean mabuk ta?' itu pelaku ngasih tahu bau mulutnya. Gak bau minuman," katanya ditemui Memorandum, Rabu 1 April 2026.
BACA JUGA:Dakwaan Disebut Cacat Hukum, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Penganiayaan di Surabaya Ajukan Eksepsi
Gempur Rokok Ilegal -----
Karena tubuh pelaku mendekati Ubay, dia sontak reflek mendorong pelaku. Bukannya menjauh, pelaku malah melontarkan pukulan ke arah bibir Ubay. Akibatnya, bibir sebelah kanannya robek dan harus mendapat dua jahitan. Penganiayaan tak berhenti sampai disitu, Ubay juga dicekik, dan dipukul kepalanya.
"Bibir sini sobek. Terus kening kepala sisi kanan, kepala belakang benjol. leher sini ya luka bekas cakaran. Terus bahu juga lebam. Pelaku pakai tangan kosong," lanjutnya.
BACA JUGA:Cerita Pilu Ibu di Surabaya Dianiaya Anak Kandung, Dipicu Dendam Lama
Setelah puas menganiaya Ubay, pelaku yang mengendarai motor Honda Beat merah itu langsung kabur ke arah Jalan Lidah Wetan. Menurut Ubay, situasi sekitar saat itu terbilang ramai. Tapi masyarakat tak berani berbuat banyak. Termasuk Ubay: dia hanya tercengang melihat tingkah pelaku yang disebutnya aneh.
"Orang-orang banyak yang teriak-teriak. Enggak ada yang ngelerai. Mau ngebales nyerang ya banyak orang, diam aja lah, pasrah gitu. Lalu ingat ada CCTV. Saya tinggal lanjutin lah ngelaporin," ungkapnya.
BACA JUGA:Anak Durhaka di Petemon Surabaya Aniaya Ibu Kandung Berakhir Masuk Penjara
Sekitar pukul 12.30, Ubay kemudian mendatangi Mapolsek Lakarsantri. Tak disangka, pemotor yang cek-cok dengan pelaku itu ikut mendampingi sebagai saksi. Ubay kemudian disarankan visum lebih dulu. Dia diarahkan ke RS Bhakti Darma Husada (BDH).