SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kadin Jawa Timur mendorong sertifikasi kompetensi untuk memperkuat sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, Senin 30 Maret 2026.
Mini Kidi Wipes.--
Kegiatan tersebut digelar dalam Halal Bihalal bertajuk “Transformasi Diri dalam Bingkai Silaturahmi: Bekerja dengan Hati, Melayani Sesuai Kompetensi” di Aula Hotel Santika Premiere Gubeng.
Acara ini diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur bersama Kadin Institute dan PT Media Hati.
BACA JUGA:Sulap Sampah Jadi Karya, Kreativitas Siswa SMA Pukau Kadindik Jatim
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi di tengah ketidakpastian global.
“Apalagi di tengah situasi global seperti ini, kita ingin mempererat silaturahmi, kolaborasi, dan memperkuat konsolidasi,” ujarnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kadindik Jatim Tinjau Kelayakan Sarpras di SMA/SMK
Adik menilai tantangan global menuntut dunia industri lebih adaptif dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi sangat ditentukan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau program pemerintah jelas di hilirisasi, baik bidang pangan dan energi. Hilirisasi ini 60-70 persen ditentukan oleh sumber daya manusia,” kata Adik.
Gempur Rokok Ilegal -----
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja Kadin Jawa Timur sekaligus Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi.
“Tujuannya untuk mendongkrak, mendorong, dan memotivasi pelaku industri agar melaksanakan sertifikasi kompetensi. Ini sangat penting, karena ketika tenaga kerja memiliki kompetensi teknis, produktivitas akan meningkat. Dan momen saat inilah kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun Jawa Timur bersama-sama,” ujarnya.
BACA JUGA:Cetak Generasi Mandiri, Kadindik Jatim Dorong Inovasi Ketahanan Pangan di SMA/SMK
Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Miftahul Aziz, menyampaikan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menjadi tantangan.
Miftahul menyebut dari 67 negara, Indonesia berada di peringkat ke-46.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” kata Miftahul.
BACA JUGA:Halalbihalal Virtual, Kajati Jatim Nyalakan Semangat Baru Integritas dan Profesionalitas
Miftahul menambahkan kolaborasi antara dunia industri, lembaga sertifikasi profesi, dan asesor menjadi kunci menjawab tantangan tersebut.
Selain itu, masih terdapat persoalan kesenjangan keterampilan serta belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. (day/nov)