Perkembangan Ekonomi Jawa Timur Positif, Tumbuh 5,33 Persen di Atas Nasional

Senin 30-03-2026,17:05 WIB
Reporter : Ariful Huda
Editor : Aris Setyoadji

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,33 persen pada 2025 melampaui nasional 5,11 persen dengan kontribusi 14,40 persen terhadap ekonomi nasional dan ditopang industri pengolahan serta konsumsi rumah tangga, Senin 30 Maret 2026.

Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 25,29 persen.


Mini Kidi Wipes.--

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ditopang industri pengolahan yang tumbuh 5,98 persen (yoy).

Sementara dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,12 persen (yoy).

BACA JUGA:Pengusaha Surabaya Hendy Setiono Tembus Hall of Fame Asia, Harumkan Industri Kuliner Indonesia

Hal ini disampaikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur dalam konferensi pers Asset and Liability Committee (ALCo) APBN KiTa Regional Jawa Timur periode hingga 28 Februari 2026 secara hybrid di Surabaya.

Inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,95 persen atau 4,88 persen (yoy).

BACA JUGA:GTA VI Resmi Rilis 19 November 2026, Waralaba Legendaris Kembali Guncang Industri Gim

Komoditas penyumbang inflasi utama meliputi tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Tekanan inflasi dipengaruhi peningkatan permintaan menjelang awal Ramadan.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur sekaligus Kakanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, menyampaikan nilai tukar petani Februari 2026 mencapai 119,92 atau naik 5,46 persen (yoy).


Gempur Rokok Ilegal -----

Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara lima provinsi di Pulau Jawa, didorong kenaikan harga subsektor hortikultura, khususnya sayur-sayuran.

Sementara itu, nilai ekspor Januari 2026 tercatat 2,05 miliar USD atau naik 4,73 persen (yoy).

Sedangkan impor mencapai 2,55 miliar USD atau naik 12,01 persen (yoy), sehingga neraca perdagangan mengalami defisit 0,5 miliar USD.

BACA JUGA:Kawasan Industri BIP Gresik Diproyeksikan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Prioritaskan Warga Lokal

“Kinerja ekonomi Jawa Timur yang tumbuh di atas rata-rata nasional menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan APBN regional. Meskipun tantangan global masih membayangi, fundamental ekonomi Jawa Timur tetap solid dan kami optimistis momentum ini dapat terus dijaga sepanjang 2026,” jelas Max Darmawan.

Realisasi Pendapatan Negara hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp 37,05 triliun atau 12,27 persen dari target Rp 301,95 triliun.

BACA JUGA:Wujudkan Standar Industri di Sekolah, Kadindik Jatim Dorong Edotel SMK Jadi Pusat Praktik Profesional

Penerimaan perpajakan terealisasi Rp 35,35 triliun atau 11,96 persen dari target.

Rinciannya, penerimaan pajak DJP sebesar Rp 15,26 triliun dan kepabeanan serta cukai DJBC sebesar Rp 20,09 triliun.

PNBP terealisasi Rp 1,69 triliun atau 27,14 persen dari target Rp 6,24 triliun.

Realisasi belanja negara mencapai Rp 19,43 triliun atau 17,44 persen dari pagu.

BACA JUGA:Rosa Amelia, Taklukkan Industri Musik Lewat Autodidak

Belanja tersebut terdiri dari belanja K/L sebesar Rp 4,56 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 14,87 triliun.

Penerimaan pajak neto Provinsi Jawa Timur hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp 15,26 triliun atau 10,56 persen dari target Rp 144,53 triliun.

PPN dan PPnBM berkontribusi 69,06 persen dari total penerimaan.

BACA JUGA:15 Aduan THR Masuk Posko Disnakertrans Jatim, Industri Manufaktur Paling Banyak Dilaporkan

Sementara PPh non migas menyumbang 37,16 persen.

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 8,57 triliun atau 56,2 persen dari total penerimaan pajak.

Di tempat terpisah, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III, Lindawaty, menyampaikan penerimaan pajak terus dijaga agar tetap on track.

“Penerimaan pajak di Jawa Timur terus kami jaga agar bergerak on-track. Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung penerimaan. Kami mengintensifkan pengawasan berbasis risiko dan penggalian potensi secara terukur agar target tahunan dapat tercapai,” jelasnya. (djp/ari)

 
 
Kategori :