PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kena batunya. Gaya kepemimpinan otoriternya membuat rakyatnya muak.
Imbasnya, ia didemo. Tidak kurang dari 8 juta warga mendemo Trump yang dinilai zalim itu.
Bahkan, ini jadi demo terbesar sepanjang sejarah.
Berlangsung di 3.300 acara dan di selurih negara bagian. Wow!
People power benar-benar menunjukkan taringnya.
Sebagai presiden negara adikuasa, Trump memang seolah keblinger.
BACA JUGA:Lebaran di Rumah, Rutan di Belakang Pintu
BACA JUGA:Mudik Aman Bukan Sekadar Slogan
Gaya kepimpinannya membuat warganya gerah. Sebelum menyerang Iran, Trump juga secara sepihak menangkap presiden Venezuela Maduro.
Operasi militer AS ini bahkan mendapatkan kecaman karena dinilai melanggar kedaulatan sebuah negara.
Demo dengan tagline 'No Kings' ini menunjukkan bahwa suara akar rumput wajib didengar. Bahkan aktor peraih Oscar
Robert De Niro turut serta dalam aksi itu.
Spanduk yang dibentangkan demonstran jelas, "Trump Harus Mundur". Mereka juga menyebut Trump banyak berbohong. "Hentikan Kebohongan" juga jadi desakan para demonstran.
Presiden yang juga konglomerat ini dianggap mengganggu konstitusi. Mengancam stabilitas politik negara juga ekonomi.
Aksi rakyat AS ini menunjukkan bahwa tidak ada presiden yang tidak bisa didemo.
Jika rakyat sudah bertindak apapun bisa terjadi. Didemo rakyatnya, Trump kini pasti sudah tidak bisa tidur dengan nyenyak. Makan juga pasti tak enak.