“Di masa depan, Nusantara akan menjadi Ibu Kota Negara. Saya ingin sekali pindah ke sini ketika sudah benar-benar menjadi ibu kota,” ujarnya.
Selain itu, Florensia, warga Banjarmasin, mengaku terkesan dengan konsep pembangunan ramah lingkungan di kawasan tersebut.
“Bangunannya green building semua dan terasa eco-friendly,” katanya.
BACA JUGA:Libur Lebaran Untungkan UMKM, Timus Goreng Karanganyar hingga Nanas Subang Diburu Pemudik
Peningkatan kunjungan juga berdampak pada omzet pelaku UMKM.
Kevin, pedagang Rumah Makan Global, mengatakan penjualannya meningkat seiring bertambahnya pengunjung.
“Awalnya sekitar Rp 1 juta per hari, kini bisa melampaui angka tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA:Warga Bantaran Rel Senen Jakarta Terharu Dikunjungi Prabowo
Hal serupa disampaikan Nita dari Cafe Sepaku Empat yang mencatat omzet meningkat hingga Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per hari selama Lebaran.
Wahyu, penjual dawet ayu, juga mencatat omzet sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per hari.
Sementara itu, Dina, pelaku usaha souvenir, menyebut omzet meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
BACA JUGA:Prabowo Tinjau Permukiman Bantaran Rel di Jakarta, Tekad Sediakan Hunian Layak
Troy mengapresiasi peran pelaku usaha dalam mendukung geliat ekonomi di kawasan IKN.
“Ini tidak hanya menjadi berkah musiman, tetapi juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya.