JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Suasana ceria tradisi mandi laut Lebaran di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, mendadak berubah menjadi histeria mencekam, Jumat, 27 Maret 2026. Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Dino, nyaris kehilangan nyawa setelah tubuh mungilnya ditelan ombak ganas pantai selatan.
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB. Korban datang bersama rombongan keluarga besar demi menjaga tradisi tahunan mandi laut saat Idul Fitri. Namun, kegembiraan itu berujung petaka ketika korban dan kakaknya nekat bermain air terlalu jauh ke tengah, mengabaikan peringatan keras dari petugas dan relawan di lokasi.
BACA JUGA:Nekat Ambil Kail Tersangkut, Pemuda Silo Hilang Terempas Ombak Pantai Cangaan
Mini Kidi Wipes.--
Saksi mata di lokasi, Risky Maulana, menceritakan betapa cepatnya maut mengintai. Korban yang awalnya bermain di tepian, perlahan bergerak ke zona berbahaya.
“Awalnya terlihat biasa saja, tapi anak itu makin ke tengah menantang ombak besar. Begitu ombak datang, tubuhnya langsung dihantam dan diseret ke tengah. Warga yang melihat spontan menjerit histeris meminta tolong,” ujar Risky dengan nada gemetar.
Gempur Rokok Ilegal -----
Melihat tubuh korban yang mulai timbul tenggelam dipermainkan arus, sejumlah nelayan dan relawan yang berjaga di lokasi melakukan aksi heroik. Tanpa memedulikan keselamatan diri, mereka langsung menerjang ombak untuk menjangkau korban sebelum benar-benar hilang ditelan Samudra Hindia.
BACA JUGA:Nelayan Asal Semare Hilang Tergulung Ombak di Perairan Kalirejo Pasuruan
Ketegangan memuncak saat tim penyelamat berhasil membawa korban ke daratan dalam kondisi lemas tak berdaya. Vicky Septian, Relawan Barat Daya, mengungkapkan bahwa sebenarnya ada lima orang dalam rombongan tersebut yang terancam, dengan tiga di antaranya sempat terseret arus.
“Total ada lima orang yang terlibat situasi bahaya, tiga sempat terseret. Beruntung semuanya berhasil kami amankan, meski satu korban (Dino) harus mendapatkan penanganan medis darurat,” terang Vicky.
Di posko kesehatan, suasana sempat mencekam saat petugas memberikan bantuan oksigen kepada Dino yang kondisinya melemah akibat terlalu banyak menelan air laut. Setelah perjuangan medis yang intens, nyawa bocah tersebut berhasil diselamatkan dan kondisinya berangsur stabil hingga akhirnya diperbolehkan pulang.
BACA JUGA:Manajer Pemasaran SKH Memorandum: Agen Jadi Tombak Terdepan
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi para wisatawan. Pihak SAR lokal dan kepolisian menegaskan bahwa mereka tak henti-hentinya meneriakkan imbauan melalui pengeras suara agar pengunjung tidak berenang, mengingat karakter ombak pantai selatan yang sulit ditebak.
“Kami sudah sering mengingatkan, bahkan berulang kali. Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua orang agar lebih patuh. Nyawa jauh lebih berharga daripada sekadar tradisi,” pungkas Vicky. (Fbr)