BANGKALAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Puncak arus balik pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H di Madura, mulai menggurita. Situasi dan kondsi serupa diprediksi, masih akan bergulir hingga Minggu mendatang.
Kalkulasinya cukup logis. Mayoritas rakyat Madura yang tersebar di 4 Kabupaten, yakni Sumenep, Pemakesan, Sampang dan Bangkalan, masih akan merayakan tradisi Tellasan Topa’ (Hari Raya Ketupat), Sabtu, 28 Maret 2026.
“ Terutama warga Madura perantauan yang non ASN, masih akan bertahan untuk merayakan Hari Raya Ketupat,” jelas Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo,SIK MH, Jumat, 27 Maret 2026.
BACA JUGA:Ramadan Tetap Sikat Penjahat, Polres Bangkalan Gulung 24 Tersangka Selama Operasi Pekat Semeru 2026
Mini Kidi Wipes.--
Itu sebabnya, setidaknya seharai pasca Tellasan Topta’, alur arus balik diprediksi masih akan mawarnai ruas jalan nasional di wilayah hukum Polres Bangkalan sebagai pintu gterbang Pulau Madura, meskipun tidak sepadat berebapa hari pasca Hari Raya Idul Fitri.
Berdasar sikon tahun-tahun sebelumnya, perayaan tradisi Tellasan Topa’ di Kabupaten Bangkalan, kaprah digelar meriah di sejumlah kecamatan pesisir. Itu terjadi karena warga pesisir rutin mengelar tradisi lomban, yakni neglencer berputar-putar keliling Perairan Selat Madura menggunakan ratusan perahu nelayan tradisional
“ Uniknya, semua perahu nelayan selalu didandani dengan berbagai asesoris hiasan agar tampilannya jadi pesolek,” tutur AKBP Wibowo. Tak pelak lagi, semua perahu rias yang kaprah menunggtu di bbibir pantai, selalu dierbu oleh publik.
BACA JUGA:Antisipasi Balap Liar dan Perang Sarung, Polres Bangkalan Perketat Jalur Pesisir Sepulu-Tanjung Bumi
Gempur Rokok Ilegal -----
Lanjut Kapolres, tradisi lomban khas lebaran ketupat paling meriah kaprah terjadi di kawasan pesisir pantai Kecamatan Kamal, Socah, Bangkalan, Arosbaya, Klampis, Sepulu, Tanjung Bumi dan Kwanyar. Termasuk di Kecamatan Labang yang lokasinya bersisian dengan Jembatan Suramadu.
Untuk itu, Kapolres wanti-wanti, agar sebagian dari personel tim pengamanan terpadu yang ditabir oleh Polres, TNI, Dinas Perhubungan, Satol PP dan istitusai terkait lainnya, harus fokus melakukan pengamanan di kawasan pesisir pantai.
Kapolres mengakui, pergerakan arus balik lebaran sempat mengalami kemacetan di ruas jalan nasional Kecamatabn Blega, Kamis (26/3) siang hingga sore hari. Ribuan motor, mobil pribadi, bus antar kota antar provinsi serta truk angkutan barang sempat berderet panjang di ruas jalan nasional kecamatanBlega yang bertabatasan dengan Kabupaten Sampang .
BACA JUGA:Jaga Kondisifitas Selama Ramadan, Polres Bangkalan Giat Patroli KRYD dan Amankan 13 Unit Motor R2
Mereka adalah pengendara ragam jenis ranmor dari Kaupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Kabupaten Bangkalan yang akan mudi bali ke tanah rantau. Menyikapi problem ini, Kapolres AKBP Wibowo, tak segan ikut turun lansung terjun mengurai kemacetan yang sempat berderet panjang mulai kisaran pukul 10.00 hingga pukul 16.00.