“ Kemacenatan ini terjadi karena pengerakan arus mudik terjebak oleh keramaian hari pasaran pasar Blega yang setiap pekannya dihelat hari Kamis. Sedangkan lokasi pasar ada di pinggir ruas jalan nasional,” tutur AKBP Wibowo.
Syukurlah, berkat kesigapan dan kerja keras personel tim gabungan yang kebagian tugas jaga di Pospam dan Posyan Kecamatan Blega, problem kemacetan sekira pukul 15.30 mulai bisa terurai dan reatif lancar.
Sikon kemacetan itu bisa diantisipasi setelah pergerakan dari sebagian ranmor R2, mobil pribadi dan pinck-up angkutan barang di alihkan ke ruas jalan provinsi di jalur selatan yang menghubungkan kecamatan Blega, Modung, Kwanyar hingga Kecamatan Labang yang bersisian dengan Jembatan Suramadu.
Sedangkan sebagian lainnya, terutama mobil pribadi, bus antar kota antar provinsi dan truk angkutan barang ukuran gede, tetap diarahkan untuk tetap melaju di ruas jalan nasional jalur tengah yang menghubungkan Kecamatan Blega, Tanah Merah, Tragah dan Kecamatan Burneh sebagai pintu gerbang masuk jalan akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura.
Hal yang patut disyukuri, puncak arus balik yang mulai menggurita sejak Rabu lalu, tidak sekaliun disisipi oleh problem fatalitas laka-lantas dengan korban jiwa. “ Tidak ada kejadian laka-lantas, karena baik saat pucak arus mudik maupun arus balik, semua jenis kendaraan bergerak merayap. Maksimal dengan kecepatan sedang,” pungkas AKBP Wibowo. (ras).