"Ini menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi institusi ekonomi yang sangat besar dan kuat," terangnya.
Di Jawa Timur sendiri, Khofifah menyebut terdapat model koperasi yang cukup unik, salah satunya di Bojonegoro, di mana koperasi justru memiliki perusahaan atau korporasi sendiri.
"Biasanya korporasi besar yang punya koperasi. Tapi di Bojonegoro ada koperasi yang punya korporasi. Ini model yang menurut saya bisa menjadi referensi untuk penguatan koperasi," papar Khofifah.
BACA JUGA:Khofifah Dukung Kebijakan Komdigi Batasi Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang memisahkan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan agar koperasi dapat berkembang lebih fokus dan berperan lebih besar dalam sistem ekonomi nasional.
"Gerakan koperasi ini harus kita bangun dengan nafas ideologis. Tidak sekadar bisnis, tetapi menjadi gerakan yang benar-benar menguatkan ekonomi masyarakat dari bawah," tegasnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah berhasil mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa. Ia berharap koperasi tersebut semakin aktif beroperasi menjelang Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang.
BACA JUGA:Khofifah Lantik Pengurus IKA Unair DKI Jakarta Periode 2025–2030, Perkuat Jejaring Alumni
Hingga 15 Maret 2026, tercatat sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Priskianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan kuat terhadap gerakan koperasi, khususnya kepada Gubernur Khofifah.
"Terima kasih kepada Ibu Khofifah yang telah mengayomi koperasi di Jawa Timur sehingga Dekopinwil Jawa Timur dapat melaksanakan pelantikan pengurus dengan lancar," pungkasnya. (Ain)