Khofifah: Koperasi Harus Jadi Gerakan Ekonomi Kerakyatan, Bukan Sekadar Bisnis

Senin 16-03-2026,14:10 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki akar sejarah dan ideologis yang kuat dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Khofifah menilai koperasi harus dipandang sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar dan Kunjungi Pasar Murah di Gresik


Mini Kidi Wipes.--

"Karena itu, koperasi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah," kata Khofifah, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa lahirnya koperasi modern tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya koperasi pertama di Rochdale Society of Equitable Pioneers di Rochdale pada 1844. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting perkembangan gerakan koperasi dunia sebagai respons terhadap dampak besar Revolusi Industri.

BACA JUGA:Posko THR Jatim Terima 20 Aduan, Khofifah Ingatkan Perusahaan Bayar H-7 Lebaran

Khofifah mengaku pernah mengunjungi Rochdale secara langsung dan melihat bagaimana sejarah koperasi bermula dari gerakan masyarakat untuk menjawab ketimpangan ekonomi pada masa itu.

"Di situlah koperasi lahir pada tahun 1844. Ini sesuatu yang sangat ideologis dan jarang kita bahas. Koperasi lahir sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri," ucapnya. 

Menurutnya, pada masa tersebut muncul berbagai pemikiran ekonomi yang mencoba menjawab perubahan sosial, termasuk gagasan dari Karl Marx melalui karyanya Das Kapital. Namun di sisi lain, Inggris juga mengembangkan sistem koperasi yang menekankan solidaritas sosial dan kebersamaan dalam kegiatan ekonomi.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Ke-13 Sebesar Rp 13,2 Miliar di Jombang

Khofifah menambahkan, di berbagai negara Eropa koperasi tetap diberi ruang untuk berkembang berdampingan dengan korporasi besar. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan modern, koperasi masih memiliki ruang usaha sendiri.

"Di banyak negara Eropa, di mall-mall yang sangat mewah tetap ada corner of co-op. Mereka memberi ruang kepada koperasi agar usaha kecil dan koperasi tetap hidup dan berkembang," ungkapnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan koperasi di beberapa negara yang mampu tumbuh menjadi institusi ekonomi besar dan mengelola sektor strategis. Salah satu contohnya adalah Rabobank dari Belanda yang berawal dari koperasi petani dan kini berkembang menjadi lembaga keuangan global.


Gempur Rokok Ilegal.--

Kategori :