Cerita Cheisa Putri Kembangkan Bakat Terjun Model

Senin 16-03-2026,07:25 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebuah anugerah bila profesi yang ditekuni seseorang itu sudah didukung dengan banyak hal sejak lahir. Seperti yang dirasakan Cheisa Putri, talent model profesional.

Perempuan berusia 22 tahun asal Wiyung ini mulai menekuni dunia modeling sejak usianya 18 tahun. Tepatnya setelah lulus dari bangku SMK. Alasannya terbilang simpel: memiliki postur tubuh tinggi dan jenjang. Pas untuk memenuhi satu kriteria sebagai talent model.

BACA JUGA:Cerita Cleolita Rizky Oviani Terjun ke Dunia Model: Penasaran Ingin Coba Hal Baru


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, Cheisa mengaku suka berbicara dihadapan publik, travelling, dan mengeksplor banyak hal—baik tempat baru, pengetahuan baru, maupun bertemu dengan orang-orang baru. Sehingga, lewat dunia modelling dia merasa terfasilitasi semua bakat yang dimiliki.

"Menurut saya, dunia modelling itu tidak monoton. It allows me to explore many opportunities and meet different kinds of people (Itu memberiku kesempatan untuk mengeksplorasi banyak macam peluang dan bertemu orang orang yang berbeda)," katanya, Senin 16 Maret 2026.


Gempur Rokok Ilegal.--

Itulah alasan yang membuat Cheisa tertarik. Tak ayal, bakat yang sudah dia asa itu membuat dia meraih beberapa kejuaraan bergengsi. Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil masuk Top 10 JF3 Model Search 2024.

BACA JUGA:Cerita Warga Mojo dapat Bantuan Rombong dari Baznas Surabaya: Bermanfaat untuk Jualan Gorengan

"Yang membuat pencapaian ini sangat berarti adalah karena dari tahun ke tahun, di ajang JF3 belum pernah ada model berhijab yang berhasil masuk hingga Top 10 semifinal. Di situ saya menjadi salah satu model berhijab pertama yang bisa sampai ke tahap tersebut," terangnya.

Bagi Cheisa, itu bukan hanya sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa model berhijab juga memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan bersaing di industri fashion. Ini menunjukkan bahwa representasi itu penting dan dia telah mendobrak batasan-batasan tertentu di industri model.

"Walaupun pada akhirnya saya belum menjadi icon atau pemenang utama, tetapi bisa masuk Top 10 di ajang sebesar JF3 sudah menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi saya," lanjutnya.

BACA JUGA:Cerita Sinta Dina Nabilla: Passion Bisa Bantu Banyak Orang

Menurutnya, dunia modelling itu sangat berkesan dan juga cukup memacu adrenalin. Misalnya, saat dia mengikuti casting atau tampil di runway show. Dia sering tampil di hadapan banyak orang penting seperti fashion designer ternama, pejabat daerah, atau tokoh-tokoh besar di industri fashion.

"Kita juga harus memiliki beberapa kemampuan penting seperti public speaking, attitude yang baik, dan profesionalitas. Even when we are not in a good mood, we still have to stay professional and give our best performance (bahkan ketika situasi hati tidak bagus, kita harus tetap profesional dan memberikan penampilan yang terbaik)," ungkapnya.

Kategori :