JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ambisi besar untuk menyambungkan pesisir selatan Jawa Timur melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) kini bukan lagi sekadar wacana. Namun, di balik rencana megah tersebut, terdapat realitas politik dan birokrasi yang tak terbantahkan: pembangunan skala besar di daerah mustahil terwujud tanpa sokongan kuat dari pemerintah pusat.
Hal ini ditegaskan secara lugas oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Politikus Partai Gerindra tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa keberhasilan eksekusi proyek strategis nasional (PSN) di daerah sangat bergantung pada akses dan dukungan dari pusat.
BACA JUGA:Jalan Nasional di Jember Ditertibkan, Pedagang Cilok Berharap Solusi
Mini Kidi Wipes.--
“Kalau pemerintah daerah tidak didukung pusat, bahasanya itu gak ono dekengan pusat, ya angel (susah) Pak,” cetus Halim dalam keterangannya, Kamis 12 Maret 2026.
Halim menilai Jember saat ini sedang berada dalam "momentum emas" karena sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat sedang berada pada frekuensi yang sama. Ia memastikan bahwa izin-izin krusial, termasuk pelintasan kawasan hutan di Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo, kini telah resmi dikantongi.
“JLS akan mulai dibangun tahun ini melalui kementerian Pekerjaan Umum (PU). Izin lokasi dari Kementerian Kehutanan pun sudah turun. Ini momentum yang harus kita manfaatkan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Imam Hidayat, menekankan bahwa kunci percepatan ini adalah sinkronisasi Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang harus tegak lurus dengan visi pusat. Ia menggambarkan dampak ekonomi yang masif jika konektivitas dari Banyuwangi hingga Pacitan, bahkan hingga Yogyakarta, tersambung sempurna.
“Ini bukan sekadar jalan, tapi pembuka akses ekonomi baru di wilayah yang selama ini terisolasi,” ungkap Imam.
Gempur Rokok Ilegal.--
Meski fokus pada pembangunan jalur baru, Imam juga mengingatkan pentingnya preservasi atau perawatan jalan eksisting seperti rute Jember-Banyuwangi, Jember-Bondowoso, hingga Jember-Lumajang. Menurutnya, jalur-jalur tersebut adalah nadi ekonomi masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
Kini, dengan dukungan pusat yang sudah di tangan, tantangan berada pada pihak eksekutif untuk memastikan proyek tersebut segera tereksekusi menjadi infrastruktur nyata yang menyambungkan kesejahteraan warga Jember di tahun 2026.(Fbr)