Bocah 13 Tahun Tenggelam di Bekas Galian C Pasuruan

Selasa 10-03-2026,09:53 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Muhammad Ridho

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nasib malang menimpa Muhammad Sofa Alfian, seorang anak berusia 13 tahun asal Desa Jeladri, Kecamatan Winongan. Ia dilaporkan hilang setelah tenggelam di genangan air bekas tambang galian C di Dusun Beringin, pada Senin 9 Maret 2026, sore.

Hingga malam tadi, tim gabungan masih berupaya melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Namun keberadaan korban belum juga ditemukan.

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Sofa sedang bermain di area bekas tambang bersama dua orang temannya. 

BACA JUGA:Bocah 10 Tahun di Situbondo Tewas Tenggelam di Kubangan Air Area Persawahan


Mini Kidi Wipes.--

Namun, kegembiraan mereka berubah menjadi kepanikan saat korban tiba-tiba terpeleset dan tercebur ke dalam genangan air yang cukup dalam.

Kepala Desa Jeladri, Nur Tinggal menyebutkan, kedua teman korban sempat ketakutan luar biasa setelah melihat Sofa tenggelam.

"Korban diduga terpeleset saat bermain. Karena teman-temannya tidak bisa berenang, mereka panik dan ketakutan hingga langsung lari pulang tanpa berani melapor kepada orang tua atau warga sekitar," jelas Nur Tinggal.

BACA JUGA:Waduk Semantok Telan Korban, Warga Desa Ngudikan Tenggelam saat Mancing


Gempur Rokok Ilegal.--

Kabar soal tenggelamnya Sofa baru sampai ke telinga warga dan pihak desa sekitar pukul 16.00 WIB, atau dua jam setelah kejadian. Warga pun langsung melaporkan insiden ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.

Tim BPBD bersama para relawan segera melakukan upaya pencarian sesaat setelah tiba di lokasi. Namun, hingga pukul 22.15 WIB, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil. Faktor cuaca dan minimnya penerangan di area tambang menjadi kendala utama petugas di lapangan.

BACA JUGA:Terpeleset Saat Hendak BAB, Warga Lawang Tewas Tenggelam di Pusaran Air Dam Sungai

Untuk sementara, proses pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada pagi ini, Selasa 10 Maret 2026, pagi

Pihak berwenang berencana memperkuat tim pencari guna mempercepat penemuan korban. Rencana operasi Selasa pagi tim penyelam dari Basarnas akan dikerahkan ke lokasi, dan penyisiran akan difokuskan pada titik-titik terdalam di genangan bekas galian tersebut.

Kategori :