Warga Simohilir Tegas Tolak Rencana Proyek Perluasan Bozem

Senin 09-03-2026,11:01 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas proyek Bozem di kawasan Simohilir, RT 13/RW 04, mendapat penolakan keras dari warga terdampak.

Perluasan Bozem ini diproyeksikan memakan lahan hingga 45.000 meter persegi dinilai bukan solusi efektif dan justru mengancam kehidupan serta ekonomi warga yang terdampak.

BACA JUGA:Tegas! Warga Simo Hilir Tolak Rencana Perluasan Proyek Bozem, Nilai Pemkot Minim Pemeliharaan


Mini Kidi Wipes.--

Salah satu perwakilan warga, Stephanus Rudolf Setyabudi, mengungkapkan bahwa alasan utama penolakan warga didasari oleh buruknya tata kelola fasilitas yang sudah ada. 

Menurutnya, saat ini sudah terdapat dua bozem di sisi barat dan timur pemukiman, namun fungsinya tidak maksimal.

"Volume tampung dua bozem yang ada saat ini tidak berfungsi maksimal karena pemeliharaan yang tidak dilakukan sama sekali oleh Pemkot. Kondisinya penuh eceng gondok dan sedimentasi yang menebal. Inilah yang sebenarnya memicu banjir di area hilir," ujar Stephanus, kepada Memorandum. 

BACA JUGA:Atasi Banjir Sukomanunggal, Pemkot Surabaya Perluas Bozem Simohilir hingga 181 Ribu Meter Kubik


Gempur Rokok Ilegal.--

Berdasarkan keterangan dari Stephanus, perluasan Bozem ini direncanakan akan menggerus rumah hunian dan tempat usaha. 

Stephanus menyebutkan banyak warga yang sudah tinggal puluhan tahun merasa terancam kehilangan tempat tinggal.

"Ada warga yang sudah tinggal sejak 85-an. Jika digusur, mereka mau pindah ke mana, Pemkot hanya menjanjikan ganti rugi bangunan saja, sementara dampak sosial nerupa hilangnya lapangan kerja," tegasnya.

BACA JUGA:Perluasan Bozem Simohilir Surabaya Diprotes Warga, DPRD Minta Pemkot Kedepankan Humanis

Dalam rapat hearing bersama DPRD Kota Surabaya beberapa waktu lalu, Stephanus mengungkapkan warga menyoroti adanya lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) milik developer yang seharusnya bisa dimanfaatkan terlebih dahulu oleh Pemkot daripada mengambil lahan pemukiman warga.

Warga juga menyindir langkah cepat Pemkot yang baru menurunkan alat berat untuk membersihkan eceng gondok tepat setelah adanya rencana Sidak dari anggota DPRD Surabaya.

Kategori :