Di usianya yang telah menginjak 51 tahun, Belinda Andyana tampil sebagai sosok yang tenang.
BACA JUGA:Titik Balik Spiritual Seorang Mantan Pendosa: Dulu Mengumpat Azan, Kini Merindukan Tarawih
Kesehariannya kini banyak diisi dengan hobi menata bunga, sebuah aktivitas lembut yang seolah mencerminkan kedamaian batin yang telah ia temukan.
BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang
Namun, di balik kelembutan jemarinya saat merangkai kelopak demi kelopak, tersimpan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam dan menyentuh hati.
BACA JUGA:Transformasi Niluh Putu Eka Menjadi Muslimah, Gema Azan di Langit Denpasar yang Mengubah Takdir
Bagi Belinda, keputusannya memeluk agama Islam 15 tahun yang lalu bukanlah hasil dari perdebatan teologis yang panjang atau pencarian literatur yang rumit.
BACA JUGA:Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang
Ia meyakini sepenuhnya bahwa hidayah yang ia terima adalah murni sebuah "undangan" langsung dari Sang Pencipta yang datang tepat pada waktunya.
BACA JUGA:Sujud Teduh Putri Pendeta Gereja Bethany, Jemput Hidayah Lewat Kepolosan Sang Buah Hati
"Allah yang menggerakkan saya untuk masuk Islam, tidak ada alasan lain. Semuanya bermula di momen saat ayah saya berpulang," kenangnya dengan suara lirih, mengingat titik balik kehidupannya belasan tahun silam.
BACA JUGA:Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah
Lahir dan besar di tengah keluarga yang plural membuat transisi keyakinan Belinda tidak diwarnai oleh drama penolakan yang tajam.
Toleransi telah menjadi napas dalam keluarganya sejak lama. Baginya, perubahan yang paling terasa hanyalah arah langkah kakinya yang kini menuju masjid, bukan lagi ke gereja sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya.
BACA JUGA:Perjalanan Bobby Lubis Temukan Rumah di Dalam Islam, Saat Cinta Membuka Pintu Langit