SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebanyak 13 profesor mendaftar sebagai calon Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2026–2030 pada penutupan pendaftaran di Kampus UINSA, Jalan A Yani 117 Surabaya, Jumat 6 Maret 2026.
Mini Kidi Wipes.--
Ketiga belas pendaftar tersebut adalah Prof. Masdar Hilmy, Prof. Abdul Chalik, Prof. Khoirun Niam, Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Idri, Prof. Akh. Muzakki, Prof. Siti Warjiyati, Prof. Rubaidi, Prof. Husniyatus Salamah, Prof. Nur Kholis, Prof. Mohammad Kurjum, Prof. Achmad Muhibin Zuhri, dan Prof. Zumrotul Mukaffa.
Pada hari terakhir pendaftaran, sejumlah dosen dan tenaga kependidikan terlihat mengantar para pendaftar menuju ruang panitia di Gedung Rektorat UINSA.
BACA JUGA:Polsek Wonocolo Kawal Ketat Long March PMII UINSA ke Pertamina Jagir, Pastikan Situasi Kondusif
Di antara pengantar bakal calon rektor tersebut terdapat pengurus Ikatan Keluarga Alumni UINSA A. Bajuri.
“Saya datang bukan untuk mendukung salah satu calon, tapi ingin melihat prosesnya saja,” ujar Bajuri.
Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni UINSA tersebut menjelaskan bahwa sehari sebelumnya pihaknya menggelar serasehan untuk menjajaki visi dan misi para calon rektor.
Gempur Rokok Ilegal.--
“Saya sebenarnya hanya ingin memastikan berapa jumlah pendaftarnya sekaligus berdiskusi dengan masyarakat kampus. Informasi ini penting untuk kemajuan UINSA ke depan,” katanya.
Ia mengaku cukup terkejut dengan jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang karena sebelumnya diperkirakan hanya sekitar tujuh hingga delapan calon.
Sebagai mantan wartawan, Bajuri juga sempat melakukan diskusi informal dengan sejumlah dosen dan civitas akademika yang berada di lokasi pendaftaran.
BACA JUGA:Bank Jatim Serahkan CSR ke Pemkab Blitar dan UINSA Perkuat Bidang Kesehatan hingga Pendidikan
Dari percakapan tersebut, ia melihat adanya beragam pandangan di kalangan civitas akademika terkait pemilihan rektor mendatang.
“Memang ada yang pro terhadap incumbent. Tetapi dari diskusi informal yang saya dengar, arus netral dan yang menginginkan perubahan sangat kuat,” katanya.
Ia menambahkan suasana tersebut juga terlihat dari adanya spanduk yang dibawa para pengantar bakal calon rektor.
BACA JUGA:Rektor UB Prof Widodo Sebut Puasa Sekolah Pengendalian Diri dan Penguatan Takwa
Spanduk tersebut bertuliskan “Calon Rektor UINSA: Guyub, Rukun, Damai, Bahagia, Seduluran Selawase.”
“Sepintas saya melihat pesan itu seperti menggambarkan harapan agar ke depan suasana kampus lebih guyub dan rukun. Tapi ini hanya pengamatan pribadi saya,” ujarnya.
Bajuri juga mengaku mendengar adanya percakapan informal di kalangan civitas akademika yang mulai memunculkan berbagai tagar terkait pemilihan rektor.
BACA JUGA:Ketua PPLP PT PGRI Unikama Laporkan Rektor ke Polda Jatim
Beberapa di antaranya seperti #wayaheganti, #gantirektor, hingga #asalbukandia.
Menurutnya, jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam pemilihan pimpinan perguruan tinggi.
“Ini fenomena yang cukup unik. Bisa saja ini menjadi tanda adanya dinamika atau pergerakan menuju perubahan,” ujarnya.
BACA JUGA:Direktorat Perlindungan WNI Pastikan Hak Korban Kebakaran Hongkong Diterima Ahli Waris di Ponorogo
Ia mengatakan akan melaporkan perkembangan tersebut kepada Ketua Umum IKA UINSA Dr H Ida Fauziyah untuk melihat kemungkinan menggelar kembali forum diskusi alumni.
“Apakah perlu diadakan lagi serasehan alumni dengan menghadirkan seluruh 13 bakal calon rektor UINSA, nanti akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Ketum,” katanya. (mtr)