Tiga Hari Pencarian, Penumpang Dharma Ferry VII Ditemukan Meninggal di Perairan Gresik

Rabu 04-03-2026,21:30 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Penumpang Kapal Dharma Ferry VII, Muslich (37) asal Nganjuk, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh di alur pelayaran Surabaya–Gresik dan menjalani pencarian selama tiga hari, Rabu, 4 Maret 2026.

BACA JUGA:PELNI Siapkan 15 Kapal untuk Layani Angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur

Korban sebelumnya dilaporkan jatuh ke laut pada Senin sore, 2 Maret 2026, saat kapal melintas di perairan antara buoy 15 hingga buoy 17 di jalur pelayaran Surabaya–Gresik.


Mini Kidi Wipes.--

Kru kapal sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum ditemukan sehingga operasi diperluas dengan melibatkan tim SAR gabungan.

BACA JUGA:Pasca Pembakaran 11 Kapal Nelayan di Pasuruan, Petugas Gabungan Masih Siaga

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 10.25 WIB.

“Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di perairan sekitar Gresik setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari,” ujar Nanang.

BACA JUGA:Konflik Antar Nelayan Picu Pembakaran Belasan Kapal di Pelabuhan Pasuruan

Lokasi penemuan berada sekitar 4,61 mil laut dari titik awal korban dilaporkan jatuh. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke darat dan selanjutnya dirujuk ke RS Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang.

Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR Widura dan Sea Rider untuk menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian dengan memperhitungkan arus serta kondisi cuaca.

BACA JUGA:KSOP Kalianget Siapkan Omisi Kapal Sabuk Nusantara 74 untuk Percepat Mudik Santri ke Kangean dan Sapeken

Selain penyisiran laut, tim SAR berkoordinasi dengan nelayan setempat dan menyampaikan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di alur Surabaya agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.


Gempur Rokok Illegal--

Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Kelas A Surabaya, Satpolairud, Pos AL Gresik, KSOP Utama Tanjung Perak, KPLP Tanjung Perak, VTS Surabaya, serta nelayan sekitar.

Kategori :