Sosok Dekky Martiyandi di Mata Keluarga, Pendiam dan Pecinta Persebaya
Suasana duka di rumah keluarga almarhum Dekky Martiyandi di Jalan Pesapen Balokan I.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Dekky Martiyandi di Jalan Pesapen Balokan I setelah pria tersebut meninggal dunia, Senin, 11 Mei 2026.
Para pelayat silih berganti datang untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kesedihan terlihat dari wajah istri, kerabat, hingga tetangga yang mengenal almarhum sebagai pribadi baik dan pendiam.
Salah satu rekan korban, Bagio mengatakan, dirinya masih tidak percaya dengan kabar meninggalnya Dekky.
"Orangnya baik, pendiam, tidak punya musuh. Seminggu lalu kami masih jalan bareng, tidak cerita apa-apa," ujar Bagio.

Mini Kidi Wipes.--
Menurut Bagio, kabar duka tersebut diterimanya secara mendadak dari seorang teman.
Ia juga menyebut polisi telah melakukan visum terhadap jenazah serta meminta keterangan dari rekan kerja korban.
"Kata polisi jenazahnya mau divisum dan masih digali. Teman-teman kerja korban diminta keterangan oleh polisi," ungkapnya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Dekky dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak banyak bersosialisasi, namun tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga sekitar.
"Biasanya saya ke rumahnya cuma silaturahmi, ngobrol biasa," tambah Bagio.
Selain dikenal pendiam, Dekky juga dikenal sebagai pecinta sepak bola dan kerap membicarakan Persebaya bersama teman-temannya.
"Almarhum suka ngobrol kalau tentang Persebaya, kalau masalah pribadi tidak," pungkasnya.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Sementara itu, istri korban, Rahmawati (33) mengaku masih terpukul atas kepergian suaminya.
Menurut Rahmawati, suaminya merupakan sosok pendiam yang lebih banyak menghabiskan waktu istirahat di rumah setelah bekerja.
"Kalau pulang kerja, biasanya langsung ke lantai dua untuk istirahat. Tidak pernah cangkruk," ujarnya.
Rahmawati juga mengatakan, polisi sempat datang ke rumah untuk menanyakan keseharian korban.
Ia mengaku pertama kali mendapat kabar dari keponakannya setelah dihubungi pihak kepolisian.
Sehari-hari, almarhum tinggal bersama keluarga di rumah kawasan Pesapen Balokan I dan telah dikaruniai dua anak yang duduk di bangku SMA kelas I dan SD kelas II.
Rahmawati mengenang, sehari sebelum kejadian suaminya masih beraktivitas seperti biasa.
"Kemarin berangkat kerja jam 20.00, pulang jam 06.00. Sampai rumah langsung antar saya belanja ke pasar," tuturnya.
Di mata keluarga, Dekky dikenal sebagai sosok perhatian yang tidak membedakan orang tua kandung maupun mertua. Bahkan, jika memiliki rezeki lebih, ia selalu mengutamakan kebutuhan keluarga.
Rahmawati juga menyebut, almarhum memiliki keinginan sederhana untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya hingga selesai.
"Tidak ada firasat apa-apa. Cuma cita-citanya ingin menyekolahkan anak sampai selesai," kata Rahmawati sambil menahan haru.
Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, Dekky dikenal tertutup dan tidak pernah mengeluhkan persoalan hidup kepada keluarga.
Kini, kepergiannya menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan yang masih menunggu jawaban dari hasil penyelidikan kepolisian. (rio)
Sumber:









