“Ini ustadz yang saya kenal.”
“Ini teman dekat.”
“Ini saudara.”
Kepercayaan personal sering membuat orang tidak lagi melakukan pengecekan. Padahal urusan ibadah dan dana ratusan juta harus tetap profesional, bukan sekadar perasaan.
4. Tidak Tahu Cara Mengecek Legalitas
Banyak calon jamaah tidak tahu bahwa izin travel bisa dicek secara resmi melalui sistem Kementerian Haji. Ketidaktahuan ini membuat masyarakat pasrah tanpa verifikasi.
BACA JUGA:Kemenhaj Jatim: Jemaah Umrah Tak Perlu Panik, Penerbangan ke Arab Saudi Masih Aman
5. Pola Pikir: Berangkat Dulu, Risiko Belakangan
Sebagian orang berpikir, “Kalau ada masalah nanti saja dipikirkan.”
Padahal ketika gagal berangkat, penyesalan tidak bisa mengembalikan waktu dan dana.
6. Tergiur Promo dan Testimoni Bombastis
Bonus ini, diskon itu, testimoni berderet-deret.
Padahal bisnis umrah bukan bisnis margin besar. Jika bonus terlalu banyak, perlu dipertanyakan dari mana sumber biayanya.
7. Figur Ustadz Ikut Jualan