GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik menjenguk korban luka akibat insiden pembacokan, Wahyu Agung Pratama (24), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
Kunjungan di RSUD Ibnu Sina itu dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Dinas PMD, beserta Camat setempat, dan tokoh masyarakat.
BACA JUGA:Rebutan Pacar, Siswa SMA di Situbondo Jadi Korban Pembacokan
Mini Kidi Wipes.--
Kehadiran para pimpinan daerah itu tidak hanya untuk memastikan kondisi kesehatan korban. Namun juga dilakukan sebagai langkah meredam potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat.
Dalam dialog yang digelar di lingkungan rumah sakit, Bupati menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam melakukan mitigasi konflik agar persoalan tidak melebar dan peristiwa serupa tidak terulang kembali.
BACA JUGA:Polisi Gelar Olah TKP Kasus Pembacokan Istri dan Lima Tetangga di Situbondo
“Ini menjadi komitmen kita bersama untuk antisipasi sedemikian rupa agar tidak melebar lagi. Saya berharap seluruh pihak di sini menjadi pemadam bila terjadi perselisihan di bawah,” ujarnya, Minggu 1 Februari 2026.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution juga menekankan pentingnya menjaga keamanan wilayah masing-masing. Pihaknya meminta seluruh jajaran, mulai dari Polsek, Koramil, kecamatan, untuk aktif mengawal aktivitas masyarakat agar tetap kondusif.
Gempur Rokok Illegal--
“Apalagi menjelang lebaran, jangan sampai ada euforia berlebihan. Saya titipkan kepada Polsek dan Camat untuk mengatur kegiatan yang positif. Semoga Gresik tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, dokter spesialis bedah yang menangani korban, Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa tindakan medis telah dilakukan secara maksimal dan tepat waktu. Korban yang sempat mengalami luka serius di bagian perut kini berangsur membaik.
“Hari ini sudah kita lakukan perbaikan, pencucian, dan pengecekan organ dalam. Beruntung tidak ada bagian usus yang pecah. Pasien saat ini sudah mulai mobilisasi, mulai bisa duduk, dan akan segera kita coba diet makan,” terangnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi bersama Kepala Desa Campurejo dan Banyutengah sebagai langkah preventif untuk menjaga harmonisasi antarwarga di wilayah Kecamatan Panceng.