Profil dan Rekam Jejak Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan AS Israel

Minggu 01-03-2026,17:53 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Ia disebut memiliki garis keturunan langsung dari Rasulullah SAW melalui Imam Husain dan Imam Zainul Abidin, sehingga diyakini sebagai cucu ke-38 Nabi Muhammad SAW.

Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang membentuk arah kebijakan strategis Iran selama lebih dari tiga dekade, termasuk penguatan militer, paramiliter, dan jaringan pengaruh regional.

Sebelum menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat Presiden Iran pada era Perang Iran-Irak 1980-1988. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya yang curiga terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat yang saat itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.

Dikutip Al Jazeera, pakar Iran Vali Nasr menyebut Khamenei sebagai presiden masa perang yang selalu siap menghadapi ancaman.

“Dia adalah presiden masa perang yang keluar dari konflik dengan keyakinan bahwa Iran rentan dan harus selalu siap menghadapi ancaman,” kata Vali Nasr.

Rekam Jejak

Keterlibatannya dalam Revolusi Iran dimulai sejak 1963 dengan aktif dalam demonstrasi menentang monarki. Ia juga anggota pendiri Partai Republik Islam dan kemudian diangkat sebagai sekretaris jenderal setelah peristiwa bom 1981 yang menewaskan Presiden Iran Mohammad Ali Raja'i.

Beberapa jabatan penting yang pernah diemban antara lain anggota pendiri Partai Republik Islam, Wakil Menteri Pertahanan, pengawas Garda Revolusi Islam, Imam Salat Jumat Teheran, anggota parlemen Teheran, Presiden Republik Islam Iran dua periode, hingga Pemimpin Republik Islam Iran setelah wafatnya Imam Khomeini.

Di bawah kepemimpinannya, Korps Garda Revolusi Islam berkembang menjadi kekuatan dominan di bidang militer, politik, dan ekonomi. Ia juga mengusung konsep ekonomi perlawanan untuk menopang kemandirian Iran di tengah sanksi Barat.

Pendekatan keras tersebut memicu kritik, terutama saat penindakan terhadap protes pemilu 2009 dan gelombang demonstrasi 2022 terkait hak perempuan.


Gempur Rokok Illegal--

Meski demikian, Khamenei juga dikenal pragmatis dengan menyetujui kesepakatan nuklir 2015 atau JCPOA. Setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan tersebut, ia kembali mengambil sikap konfrontatif dan mendorong strategi bukan damai bukan perang serta memperkuat poros perlawanan seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Bagi pendukungnya, Khamenei merupakan simbol keteguhan melawan tekanan Barat dan Israel. Namun bagi pengkritiknya, ia dianggap semakin jauh dari aspirasi generasi muda Iran yang menginginkan reformasi dan perbaikan ekonomi. (*/fer)

Kategori :