Transformasi Niluh Putu Eka Menjadi Muslimah, Gema Azan di Langit Denpasar yang Mengubah Takdir

Jumat 27-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Ferry Ardi Setiawan

BACA JUGA:Kisah Sejuk Liana Wardani, Islam dan Meja Makan Lintas Iman

Sang ayah mengantarnya hingga ke pelabuhan, sebuah perpisahan yang dibalut kesedihan sekaligus harapan besar bagi masa depan putrinya.

Sesampainya di Kota Pahlawan, ia sempat terlunta-lunta tanpa sanak saudara, namun kepasrahannya kepada Tuhan justru membuka jalan-jalan yang tak terduga hingga ia mendapatkan pekerjaan dan secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al Akbar Surabaya.

BACA JUGA:Transformasi Keyakinan Berliana Murphi, Dari Keraguan Menuju Kemantapan Berislam

Kebahagiaan Eka kian lengkap ketika pada 2016 ia dipersunting seorang pria muslim dan kini dianugerahi dua putri cantik yang menghiasi rumah tangga harmonis mereka. 

Perjalanan yang dulunya penuh air mata kini berbuah manis dan penuh ketenangan dalam ketaatan. 

BACA JUGA:Labuhan Terakhir Ismail, Dari Taiwan Menjemput Cahaya Islam di Sidoarjo

"Hidup mengalir saja. Dalam keadaan apa pun, percayakan pada Allah. Kalau sesuai harapan, maka Alhamdulillah. Kalau tak sesuai, jangan berkecil hati. Yakinlah Allah memilihkan jalan terbaik," pesannya dengan bijak bagi siapa pun yang sedang mencari arah hidup.

Kini, Eka bukan sekadar menyandang status mualaf, melainkan terus konsisten memperdalam ilmu agama melalui pengajian rutin di Masjid Assalam Surabaya. 

BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh

Baginya, keputusan meninggalkan Denpasar bukanlah sebuah pelarian dari masa lalu, melainkan sebuah perjalanan pulang menuju muara ketenangan yang ia cari sejak suara azan pertama kali menyentuh relung hatinya belasan tahun silam. 

"Memeluk agama Islam adalah keputusan terbaik saya," tutupnya dengan senyum penuh keyakinan. (bin/nov)

Kategori :