Kerusakan gigi semacam ini biasanya membutuhkan perawatan dokter gigi, bahkan bisa berujung pada perawatan saluran akar.
3. Gangguan Sendi Rahang
Mengunyah es batu secara berulang dapat memberi tekanan berlebih pada sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ). Akibatnya, muncul rasa nyeri, bunyi klik saat membuka mulut, hingga sakit kepala. Jika dibiarkan, gangguan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Bye Bau Mulut, Ini Cara Mudah Menjaga Kebersihan Mulut
4. Tanda Kekurangan Zat Besi
Dalam beberapa kasus, kebiasaan mengunyah es batu yang berlebihan bisa menjadi tanda kondisi medis yang disebut pagophagia, yaitu keinginan mengunyah es yang sering dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi.
Jika kebiasaan ini sulit dihentikan dan disertai gejala seperti lemas atau pucat, sebaiknya periksa kondisi kesehatan ke dokter.
5. Risiko Luka pada Gusi
Potongan es yang tajam bisa melukai gusi dan jaringan lunak di dalam mulut. Luka kecil yang berulang dapat menyebabkan peradangan atau infeksi jika tidak dijaga kebersihannya.
Gempur Rokok Illegal--
Lebih Baik Dihindari
Meski terlihat sepele, kebiasaan mengunyah es batu bukan tanpa risiko. Jika ingin sensasi dingin, biarkan es mencair di dalam minuman tanpa perlu digigit. Cara sederhana ini bisa membantu menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang.
Menjaga kebiasaan kecil seperti ini penting agar tidak berujung pada biaya perawatan gigi yang mahal dan rasa nyeri yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. (Mg/Nova Pramita Putri Arminanda)